Pendidikan kritis yang memiliki perspektif hak-hak perempuan, merupakan sebuah pilihan bentuk pendidikan yang diyakini Rahima mampu mengejawantahkan pengetahuan untuk menjawab tantangan realitas sosial. Model pendidikan ini menawarkan proses aksi-refleksi secara terus menerus, untuk mengkaji nilai manfaat, tingkat perubahan, dan kegagalan atau keberhasilan sebuah proses menjadi “manusia” yang menyadari urgensi potensi dirinya dan menghargai sesamanya dan melihat keragaman pendapat sebagai sebuah rahmat Allah swt. yang sangat kaya dan saling menyempurnakan. Berbagai bentuk pendidikan kritis ini disajikan dalam bentuk pelatihan, lokakarya dan lokalatih, workshop, studi tematik (halaqah) yang didasari oleh proses assesment, perencanaan, monitoring, maupun evaluasi dan refleksi bersama para mitra yang terlibat di dalam berbagai aktivitas itu.
Program pendidikan kritis ini dilakukan oleh Rahima dengan kelompok sasaran berupa pesantren dan madrasah, serta berbagai kelompok strstegis yang eksis di dalam m masyarakat. Berbagai program pendidikan kritis yang telah dilakukan Rahima antara lain : Penguatan Hak-hak Perempuan untuk Komunitas Pesantren (Engendering Pesantren Community), Penguatan Hak-hak Perempuan dalam Konteks Formalisasi Syariat Islam, Pendidikan Pemilih Berperspektif Gender untuk Pengasuh Pesantren dan Majelis Ta’lim, Pengkaderan Ulama Perempuan, dan Madrasah Rahima. Para mitra kerja yang mendapatkan manfaat langsung dari berbagai kegiatan ini adalah perempuan dan laki-laki yang bergiat pada isu Islam dan Hak Perempuan dengan berbagai latar belakang seperti pesantren, majelis ta’lim, guru agama di sekolah negeri, guru-guru madrasah, aktivis civil-moderat campus berbasis organisasi mahasiswa Islam dan lain-lain.
Berbagai kegiatan ini diikuti dengan penguatan jejaring maupun pendampingan komunitas yang dilakukan oleh para alumni berbagai forum pendidikan kritis ini dalam forum-forum yang mereka geluti seperti kegiatan belajar-mengajar di pesantren, majelis ta’lim, sekolah-sekolah, organisasi, maupun jejaring yang mereka miliki. Saat ini, alumni kegiatan pendidikan kritis Rahima telah tersebar dalam 35 pesantren, sekolah, maupun majelis ta’lim dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Cirebon, Subang, Kuningan, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Banten, Jember, Bondowoso, Magelang, Cilacap dan lain-lain



Profil 













