RAHIMA | Pusat Pendidikan dan Informasi Islam dan Hak-hak Perempuan

Thursday
May 23rd
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home News Tradisi Hantaran Dalam Pernikahan Di Medan

Tradisi Hantaran Dalam Pernikahan Di Medan

E-mail Cetak PDF

Siapa yang tidak mau resepsi pernikahannya diselenggarakan dengan pesta yang meriah di hotel megah dengan mengundang banyak saudara dan teman-teman? Tentu semua orang menginginkannyan. Namun dalam kenyataannya, tidak semua pasangan bisa melakukannya. 

Dalam workshop Pengembangan Wawasan Keluarga Sakinah Perspektif Kesetaraan bagi Penghulu, Penyuluh dan Konselor BP4 yang diselenggarakan oleh Puslibang Kehidupan Keagamaan Kemenag RI bekerjasama dengan Perhimpunan Rahima Jakarta pada 21-23 Juni 2012 di Medan, terungkap tradisi hantaran dalam pernikahan di Medan sebagai salah satu tantangan pra-nikah menuju keluarga sakinah. Tradisi hantaran yaitu kesediaan pihak calon suami untuk memberikan sejumlah biaya kepada keluarga pihak calon istri  untuk resepsi pernikahannya. 

Workshop yang diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari 10 orang kepala KUA/Penghulu, 10 orang penyuluh, 4 orang BP4 dan 6 orang panitia dari Kamenag Kota Medan ini, berdiskusi tentang penting atau tidaknya hantaran. Karena dalam kenyataannya tidak sedikit calon pengantin pria merasa keberatan dengan tradisi hantaran ini. Sehingga ada sejumlah calon pengantin pria tidak bisa memenuhi permintaan hantaran yang diminta pihak keluarga calon istri. Karena tidak memenuhi hantaran, maka banyak pernikahan batal terjadi.

Oleh karenanya, menurut para peserta workshop, tradisi hantaran menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan keluarga sakinah. Meskipun dalam praktiknya, ada upaya-upaya untuk mensiasati tingginya biaya hantaran sehingga calon pengantin pria bisa memenuhinya tradisi hantaran ini. Ada “kearifan lokal” dalam menyiasati tradisi hantaran ini yaitu calon pengantin perempuan memberikan sejumlah dana kepada calon mempelai pria untuk kemudian diberikan kembali kepada pihak calon mempelai perempuan sebagai hantaran.  

Namun ada sebagian peserta workshop yang memandang “kearifan lokal” ini sebagai bentuk penipuan.  Oleh karenanya, orang-orang yang terlibat dalam ‘manupulasi’ hantaran ini dianggap orang-orang yang berdosa. 

Meskipun beratnya tradisi hantaran ini, peserta workshop memandang bahwa tradisi ini awalnya mempunyai niat yang baik yaitu untuk berbagi biaya dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan. Namun dalam perkembangannya, tradisi hantaran telah menjelma menjadi sesuatu yang harus dipenuhi. Sehingga memberatkan pihak keluarga calon mempelai pria.   

Tradisi hantaran yang awalnya mempunyai spirit berbagi dan kemudian berkembang menjadi sesuatu yang seakan menjadi keharusan sehingga mengakibatkan memberatkan pihak keluarga calon mempelai pria. Kondisi ini menjadi  pekerjaan rumah bagi semua tokoh masyarakat untuk mengembalikan tradisi hantaran pada spirit berbagi dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan sehingga tidak memberatkan salah satu pihak keluarga calon pengantin. --Catatan dari Ws Keluarga Sakinah di Medan--

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 07 Maret 2013 04:26 )  

Perpustakaan

Perpustakan

 

Anda butuh referensi seputar perempuan dan Islam ? Anda dapat memperolehnya dalam Koleksi perpustakaan kami mulai buku Teks,  Kitab kuning, Skripsi, Tesis, Disertasi, Kliping, dan Audio Visual.

Alamat : Jl. H. Shibi No.70 Rt. 007/01 Srengseng Sawah Jakarta Selatan 12640

Berlangganan Majalah Swara Rahima

Kirim email ke rahima2000@cbn.net.id atau telp. ke 021-78881272. Untuk berlangganan Swara Rahima  1 tahun Rp. 100.000 (Pulau Jawa) dan Rp. 120.000 ( Luar Jawa),- untuk (4 edisi) sudah termasuk ongkos kirim.

Agenda Rahima

5-6 April 2013 Workshop Bedah Modul Pengkaderan Ulama Perempuan di Yogyakarta

Get Articles via Email

Enter your valid email address below:
Your email address will not propagated

Delivered by FeedBurner

Admin Rahima

Dani
Maman
Nining
Ulfah

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini191
mod_vvisit_counterKemarin772
mod_vvisit_counterMinggu ini2518
mod_vvisit_counterBulan Ini20970
mod_vvisit_counterSemua775491

Yang Online

Kami memiliki 22 Tamu online

Flag Contries

free counters