RAHIMA | Pusat Pendidikan dan Informasi Islam dan Hak-hak Perempuan

Saturday
Aug 01st
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Kliping Kliping

Kliping

Greenpeace Vs MUI

Bulan Agustus kali ini Analisa Kliping tampil berbeda dengan pembahasan berdasarkan tanggal. Beragam peristiwa terjadi sejak awal bulan dimana kita diingatkan adanya Pekan ASI dunia, di”sentil” juga bagaimana pemerintah tidak tegas dalam RPP ASI yang tidak memuat sanksi tegas didalamnya, terkait dengan kesehatan bayi di Ende dimana Berat Bayi Lahir Rendah menjadi penyebab utama kematian bayi disana. Isu menarik lainnya adalah KB akan masuk kurikulum pendidikan di Indonesia.

Terkait isu keagamaan, media memotret perseteruan antara MUI dengan Greepeace, dimana MUI mengeluarkan fatwa haram terhadap keberadaan Greepeace, keberadaan Dana Lotre di Greepeace dan bagaimana Greenpeace siap berdialog dengan MUI. Selain itu dalam isu keagamaan ini peran Ulama dan Agama juga dituntut untuk mencegah perkawinan dini dan bagaimana keefektifan agama untuk memberantasan korupsi.

Isu Perkawinan juga dibahas di bulan Agustus ini, diantaranya MA melakukan evaluasi terhadap Hakim Pengadilan Tinggi Agama terkait tingginya tingkat perceraian, Hakim PA juga dituntut untuk melakukan mediasi sebagai kegiatan wajib, UU Perkawinan akan dilakukan uji materi, hingga memotret tingginya tingkat perceraian pada guru PNS.

Tokoh Perempuan yang dimunculkan kali ini adalah Ida Yurinda Hidayat dengan kegiatan radio komunitasnya sebagai penyambung lidah petani (Kompas, 19/8) dan Anna Hazare yang mendapat julukan “Gandhi baru” karena aktivitas anti korupsinya (Kompas, 24/8).

Terkait dengan isu ketenagakerjaan dan politik perempuan, terjadi peristiwa Pemerintah menstop pengiriman TKI ke Suriyah, dan anak-anak TKi banyak dililit masalah. Sedangkan untuk politik perempuan melihat peluang perempuan di Pemilu 2014 bagaimana tantangan Advokasi Afirmatifdimana jumlah perempuan di DPR dibarengi dengan meningkatnya perhatian terhadap isu-isu perempuan yang masih minim.

Sumber : Republika, Jakarta 1 Agustus 2011
Judul : Pekan ASI Dunia 1-7 Agustus 2011
Ibu-ibu di anjurkan untuk menyusui bayinya selama 2 Tahun, karena akan mempengaruhi  terhadap kekebalan tubuh  dan juga mempunyai  Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi selain itu juga  manfaatnya memperkuat  keeratan ibu dan bayi dan juga kepada seorang ibu menghindarkan seorang ibu dari kangker  payudara.  Namun tak bisa di sangkal bahwa keberhasilan menyusui seorang ibu harus mendapatkan dukungan dari semua pihak dari keluarga, masyarakat.
Pasal 128 ayat 2 Undang-undang kesehatan No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan, selama pemberian ASI, pemerintah harus mendukung dengan menyediakan fasilitas, menyediakan ruang untuk ibu-ibu untuk menyusui  bayinya.
Ketua Dokter  Anak Indonesia  Badriul Hegar memaparkan menyusui  juga berpengaruh terhadap perkembangan intelektual anak.  Terkait dengan  intelelligence Quotient (IQ) bahwa bayi yang mendapatkan  ASI mempunyai nilai IQ lebih tinggi makin lama bayi menyusui, makin besar efek positif pada bayi. Tingkat IQ lebih tinggi bila dikaitkan dengan kandungan  nutria yang di temukan pada ASI.

Sumber  : Republika, Jakarta 3 Agustus 2011
Judul : Greenpeace Siap Dialog dengan MUI
Wakil ketua Greenpeace Nur  Hidayati mengatakan bahwa organisasi Greenpeace adalah organisasi kampanye global  yang independent yang beraksi untuk mengubah sikap  dan prilaku, melindungi dan menjaga lingkungan hidup, serta mendorong perdamaian.
Apa yang di sampaikan oleh  Amidhan  sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia, bahwa  keberadaan Greenpeace di Indonesia tidak sesuai dengan akidah agama, maka MUI akan mengeluarkan fatwa haram untuk Greenpeace, bukan hanya Greenpeace tetapi  LSM asing lain yang masuk ke  Indonesia di larang oleh MUI.
Tuduhan terhadap Greenpeace adalah antek asing tidak benar dan tidak berdasarkan fatwa.  Adanya perselisihan ini maka Greenpeace ingin mengadak dialog bersama MUI  dan pihak manapun  untuk menjelaskan tentang organisasi Greenpeace dan apa yang di lakukan  oleh organisasi ini sehingga di peroleh informasi yang lebih berimbang.

Sumber : Republika, Jakarta 3 Agustus
Judul : Perceraian Tinggi MA Evaluasi Hakim PTA
Mahkamah agung berencana akan mengevaluasi Badan  peradilan Agama sehingga, agar tidak mudah mengetok palu, ketika pasutri ( Pasangan Suami Isteri) akan bercerai,   solusi dan saran yang  harus di lakukan oleh hakim  yaitu adanya mediasi, sehingga tidak terjadi perceraian.

Sumber : Republika, Jakarta 3 Agustus 2011
Judul : Maraknya Komunitas Berjilbab  : Hijabers Giatkan Kampanye Tutup Aurat
Orang selalu menilai bahwa seorang perempuan yang berjilbab di identikkan dengan ketidak elokal,  rambut yang indah tertutup dan di sembunykan  di balik jilbab.  Ada salah seorang gadis yang bernama Woworita mengungkapkan keinginannya untuk memakai jilbab.  Fika  yang aktif di  public relation dan marketing communication  Hijabers comunitynya yang aktif  mengadakan diskusi, curhat dan banyak hal yang di bahas sekitar isu jilbab, salah satunya materi pentingnya berjilbab lambat laun peserta semakin banyak, sehingga Worowita  yakin untuk mengenakan jilbab, seorang wanita jika mengenakan jilbab terlihat cantik, anggun. Memakai jilbab karena menutup aurat  itu perintah agama, dan  menunjukkan  hikmah yang  membuka tabir spiritual  seseorang ketika menutup auratnya.
Komunitas Hijabers  mengadakan acara pengajian setiap pesertan membayar Rp 50.000, uang ini dapat di sumbangkan kepada anak yatim piatu,  tidak kalah pentingnya mereka melakukan kegiatan dengan anak jalanan.  Dengan seringnya melakukan kegiatan dan di hadiri oleh ratusan komunitas, ketika melihat dan mengamati ternyata banyak model-model  jilbab yang cantik dan menarik, salah satu peserta dari komunitas Hijabers tertarik dan kesan tersendiri lalu bertukar pikiran dengan desainer jilbab, sehingga  peluang bisnis semakin melekat, melalui internatlah Hanna membuat blog bersama temannya memamerkan  model jilbab dan muslimah terbaru.  Ini sangat baik  karena menciptakan stigma , berjilbab berarti mengikuti perkembangan zaman.

Sumber : Kompas, Jakarta 5 Agustus 2011
Judul : Ulama Harus Proaktif Cegah Pernikahan Dini
Upaya menyikapi atau mencegah terjadinya pernikahan dini. Pernikahan dini merupakan fenomena social yang sering terjadi khususnya di Indonesia. Fenomena pernikahan anak di bawah umur bila diibaratkan seperti fenomena gunung es, sedikit di permukaan atau terekspos dan sangat marak di dasar atau di tengah masyarakat luas, salah satu contohnya  di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikatakan oleh Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kabupaten Gunung kidul Siti Haryanti.
Menurut Dirjen Bimas islam  kementerian Agama (Kemenag) Nasarudin Umar  akan memperkatat terkait dengan batas minimal usia pernikahan  akan di perkerat.
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 7 ayat 1 menyebutkan pernikahan  hanya bisa di langsungkan  jika mempelai pria sudah  berusia  19 tahun dan wanita berumur  16 tahun.  Pelaksanaan nikah tidak boleh  bertentangan  dengan ketentuan  tersebut.
Peraturan perundang – undangan yang belaku di Indonesia dengan sangat jelas menentang keberadaan pernikahan anak di bawah umur. Jadi tidak ada alasan lagi pihak – pihak tertentu untuk melegalkan menurut Ma’ruf Amin  Ketua  Majelis Ulama Indonesia.

Sumber  : Republika, Jakarta 5 Agustus 2011
Judul : MUI Haramkan Dana Lotre Greenpeace
Majelis Ulama Indonesia  (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk LSM asing, Greenpeace  yang telah menerima dana judi. Dana judi  puluhan miliyaran rupiah yang masuk  ke kantong Greenpeace haram hukumnya. Ketua MUI Amidhan  dan juga organisasi Himpunan Mahasiswa  Islam (HMI)  menyarankan kepada pemerintah  untuk  melarang Greenpeace beroperasi bahkan  mengusir LSM asal  Belanda itu dari Indonesia.   
Ketua PB HMI, Noerfajriansyah menyarankan agar pemerintah  mewaspadai intervensi asing di semua  lini tidak hanya Greenpeace tetapi NGO-NGO asing yang banyak membawa kepentingan asing ke Negara  ini.

Sumber  : Republika ,  Jakarta 5 Agustus  2011
Judul : KB akan Masuk Kurikulum
Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama dan  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mendatangani  nota kesepakatan  terkait dengan materi  Kependudukan dan Keluarga Berencana ke dalam kurikulum pendidikan mulai pendidikan dasar  hingga pendidikan tinggi dan materi ini  tidak akan menjadi mata pelajaran khusus, tetapi disisipkan  ke dalam mata pelajaran  yang sudah ada, dan kegiatan ekstrakurikuler.  Pendidikan  KB dan Kependudukan  ini bisa masuk  ke sekolah- sekolah umum, baik pemerintah maupun swasta dan juga sekolah yang berbasis agama.  Masuknya materi ini  dalam kurikulum, di harapkan akan mengubah pola  pikir dan  meningkatkan kesadaran pentingnya isu kependudukan.
Kepala BKKBN Sugiri Syarif mengharapkan kementerian agama  melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh agama untuk mensosialisasikan  masalah KB dan  pendudukan di masyarakat.

Sumber : Kompas, Jakarta 6 Agustus 2011
Judul  : RPP ASI Seharusnya Memuat  Sanksi Tegas
Undang-undang  Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 200,  menyatakan jika  ada orang  dengan sengaja  menghalangi  program pemberian  (ASI) Eksklusif  dapat di kenai  pidana penjara paling lama  satu tahun bahkan kenai denda  seratus juta rupiah.
Bapak Sudaryatmo selaku Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menghimbau kepada tenaga kesehatan, penyelenggara fasilitas, dan produsen susu  Formula bila melanggar  hak  anak maka akan mendapatkan sanksi tegas dari pemerintah bahkan beliau mengusulkan pemerintah menyediakan  ruang laktasi, penitipan anak, dan waktu yang cukup untuk menyusui.
Tidak kalah pentingnya di sampaikan oleh Ibu  Utami Roesli, Dokter Spesialis anak  dr Utami pun semakin optimis dengan adanya UU ini terlebih dengan sanksi pidana bagi perorangan maupun lembaga yang menghalangi hak anak akan ASI, dapat menjadi payung sebagai upaya pemeliharaan kesehatan bayi, mempersiapkan generasi yang sehat dan cerdas.

Sumber : Republika, Jakarta  10 Agustus 2011
Judul : RI Setop TKI Suriah
Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memberlakukan moratorium penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke negara Suria.
Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan sistem penempatan dan perlindungan yang diterapkan bagi TKI di Suria kurang memadai sehingga tidak dapat menjamin adanya perlindungan bagi PLRT yang bekerja di negara Syria.
“Selama ini kasus-kasus yang menimpa dan sangat merugikan TKI PLRT di Suria cenderung meningkat secara kuantitas maupun kualitas. Apalagi sampai saat ini pemerintah Indonesia dengan pemerintah Suria belum menandatangani Nota kesepahaman bidang penempatan dan perlindungan TKI PLRT “kata Muhaimin.
Muhaimin berharap pemberlakukan moratorium ini dapat dimanfaatkan semua pihak untuk bekerja sama membenahi sistem penempatan dan perlindungan TKI dan kejadian-kejadian yang merugikan TKI tidak terulang lagi.
Berdasarkan data Kemenakertrans, selama Januari - Juli 2011, terdapat 3.726 orang TKI yang berangkat untuk bekerja di Suria. Jumlah itu terdiri dari 284 TKI formal dan 3.442 orang TKI yang bekerja di sektor non formal.

Sumber : Republika, Jakarta 11 Agustus 2011
Judul : Hakim PA Wajib Gelar Mediasi
Selama ini yang dilakukan oleh para hakim bahwa terlalu cepat memberikan keputusan cerai kepada Pasutri (Pasangan suami isteri).  Hal di kemukakan oleh Bapak Dirjen Bimas Islam,  kementerian Agama (Kemenag) Nasaruddin Umar bahwa  meningkatnya perceraian karena hakim terlalu cepat memberi keputusan,  hakim PA terkesan mengejar target  bahwa makin  banyak kasus yang cepat di selesaikan  maka kinerja  di nilai  maikin baik. Padahal  ada hal yang perlu di sampaikan sebelum bercerai, ada langkah-langkah dalam tahap konsultasi dengan para mediator yang ada di Pengadilan Agama. Proses mediasi menjadi salah satu alat untuk mendamaikan antara suami isteri agar mereka tidak bercerai.
Khalilurrahman selaku  Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta mengatakan mediasi  bersifat wajib bagi para pemohon cerai, tanpa proses itu, putusan hakim  bisa batal.  Lain halnya di katakan oleh Dadang Hawawi bahwa gagalnya proses mediasi karena  ketidak hadiran salah satu pihak dari pasutri. Perlunya advokasi bagi kedua belah pihak langkah ini di nilai positif untuk memberikan dukungan motivasi rujuk  bagis pasutri  yang berada di bibir  jurang perceraian.

Sumber : Kompas, Jakarta 12 Agustus 2011
Judul : Jalan panjang perempuan korban
Mengulas tentang kasus yang menimpa CS yang mengalami KDRT tapi malah menjadi terdakwa. Berawal dari pengiriman pesan singkat CS kepada seorang perempuan yang dianggap sebagai selingkuhan suaminya. CS malah menjadi terdakwa karena dituduh pencemaran nama baik, dan suaminya menjadi saksi yang memberatkannya. Kekerasan terhadap perempuan terus terjadi, namun belum ada tindakan nyata dari pemerintah. Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak mengatakan bahwa, perempuan  korban sering kali tidak memahami prosedur hukum.

Sumber : Kompas, Jakarta 12 Agustus 2011
Judul : Menguji materi Undang-Undang Perkawinan
Pasal 39 ayat (2) huruf (f) tengah diajukan uji materi kepada Mahkamah Agung. Dalam pasal 39 ayat (2) memuat tentang alasan untuk putusnya perceraian yaitu “ antara suami dan istri tidak dapat hidup rukun sebagai sumai istri”. Dalam bagian penjelasan Undang-Undang, ada enam alasan yang dapat dijadikan dasar perceraian. Alasan tersebut diantaranya, salah satu pihak mendapat hukumna penjara lima tahun atau lebih berat setelah perkawinan berlangsung, zina, pemabuk, penjudi, pemadat, meninggalkan pihak lain selama dua tahun berturut-turut tanpa izin dan alasan sah, salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang menyebabkan terhadap pihak lain, salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit sehingga tidak dapat menjalani kewajiban sebagai suami istri. Pasal 39 hurup (f) disebutkan bahwa: antara suami dan istri terus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan hidup rukun lagi. Menurut Dr. Makarium wibisono (Ketua Dewan hak Asasi manusia PBB) menjelaskan bahwa pasal tersebut merugikan kaum perempuan dan berpotensi merugikan para istri. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa pasal tersebut bertentangan dengan konsep hak asasi manusia. Karena HAM tidak membenarkan adanya diskriminasi dalam bentuk apa pun. Konsep huruf (f) merugikan kaum perempuan dan istri karena tidak memeberi keadilan dan mencerminkan tidak ada persamaan hak kaum perempuan dan istri dengan hak suami. Suami dapat dengan mudah menceraikan istri dengan alasan sering terjadi percekcokan karena ketentuan itu tidak meminta kejelasan mengenai siapa pemicu atau apa yang jadi penyebabnya. Direktur Lembaga Bantuan Hukum APIK Ratna Batara Munti menyampaikan bahwa, harus ada revisi dalam pasal tersebut. Ratna mengusulkan bagi pihak yang melanggar komitmen perkawinan, misalnya karena memiliki hubungan dengan pihak lain, diberi sangsi dan harus ada mediasi. Sangsi bisa berupa keharusan mengakhiri hubungan dengan pihak lain dan kembali ke keluarga.

Sumber : Republika, Jakarta 15 Agustus 2011
Judul : Perceraian di kalangan guru PNS meningkat
Angka gugat cerai (talak oleh pihak perempuan) mengalami peningkatan. Faktor perbedaan pendapatan penghasilan menjadi salah satu penyebabnya. Tinggginya angka perceraian ini juga berdampak pada sosial masyarakat mulai dari penyalahgunaan narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, dan human trafficking. Menurut Direktur Urusa Agama Islam dan Pembinaan  syariah Kemenag, ada pergeseran norma dan cara pandang masyarakat terhadap institusi perkawinan. Hubungan pernikahan tak lagi dipandang sebagai pertalian yang sakral. Oleh karena itu salah satu upaya untuk menekan angka perceraian ini, pihaknya menyelenggarakan pemilihan keluarga sakinah.

Sumber : Republika, Jakarta 15 Agustus 2011
Judul : Merdeka dengan Akhlak Al Qur’an
Tadabur Al qur’an bertajuk “ Syiar Kemerdekaan” yang di  selenggarakan Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQLC). AQLC  menyelenggarakan tadabur  Alqur’an ini sebagai metode penghayatan  dan  perenungan Al qur’an secara mendalam. Insipiratornya  adalah oleh Ustaz Bachtiar Nasir,  Ustaz Jefri al-Buchori, Ustaz Yusuf Mansyur, Din Syamsudin dan juga Habiburrahman El Shirazi. Tadabur Al qur’an merupakan gerakan yang menginspirasi dan memandu umat menuju bangsa dan  cerdas Al qur’an. Gerakan pemberantas Al quran juga  di canangkan oleh pemerintah.  Dalam hal ini Presiden  menegaskan bahwa Al qur’an merupakan sumber pembangunan peradaban maka pemerintah mendukung program tersebut.  Al qur’an  adalah obat bagi manusia, obat bagi jiwa. Alqur’an juga merupakan pentujuk bagi manusia.

Sumber : Republika, Jakarta 18 Agustus 2011
Judul : Penyemai semangat kebangsaan
Sarekat Islam adalah gerakan kebangsaan-keagamaan yang pertama. Ini bisa terlihat dari buku terbaru Rosihan Anwar. Jatuh bangun pergerakan Islam di Indonesia Rosihan mengatakan bahwa pelopor gerakan nasionalisme yang menentang kolonialisme dan imperialisme ialah Islam. Kata Islam kemudian dipakai sebagai ide awal pergerakan, dapat dimengerti karena saat itu Islam lah yang dipakai sebagai identitas pribumi untuk membedakan dengan Belanda ataupun Cina. Islam melambnagkan wong cilik sehingga anggotanya Sarikat Islam mencapai dua juta orang. SI sangat cosmopolitan berbeda dengan Budi Oetomo yang sangat jawa sentries. Budi Oetomo memang sebuah gerakan nasionalis tetapi gerakan-gerakan itu kecil. SI-lah gerakan kebnagsaan-keagamaan yang pertama yang berakar di kaum tani. Fakto Islam menjadi daya tarik sehingga anggotanya banyak, SI bisa mencapai anggota banyak karena para pemimpinya berasal dari Guru dan Kiyai yang sangat disegani masyarakat. Gerakan SI membuat khawatir pemerintahan Kolonial Belanda sehingga, Belanda dengan gencar memberikan bantuan financial kepada misi dan zending katolik dan protestanagar mereka terus menyebarkan agama Kristen, dengan mendirikan sekolah dan mengurus rumah sakit. Sebagai perlawanan baliknya KH. Ahmad Dahlan kemudian mendirikan persyarikatan Muhammadiyah dengan tujuan untuk mengembalikan umat Islam kepada kemurnian cita-cita ajaran Islam. Samar- samar kata Rosihan bahwa Islam merupakan penyemai penyemai kebangsaan, bahkan tampak jelas, semenjak Indonesia merdeka, terus menerus ada upaya untuk menyembunyikan bahkan menguburkan, seolah-olah nasionalisme bangsa ini, bukan datang dari para pengikut agama Islam. Selama ini opini yang disampaikan bahwa Islam datang untuk menghancurkan kejayaan Indonesia yang sudah berhasil dibangun Majapahit.

Sumber : Republika, Jakarta 18 Agustus 2011
Judul : MUI segera haramkan Greenpeace
Greenpeace merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat asing dari Belanda, yang bergerak dalam pemulihan lingkungan hidup. Lembaga ini disinyalir bahwa pendanaanya berasal dari hasil lotere atau judi. Selain itu Greenpeace juga diduga merupakan perpanjangan tangan asing di Indonesia dan hanya ingin melindungi kepentingan asing. Ketua MUI mengatakan bahwa Greenpeace harus angkat kaki dari Indonesia karena, tidak sesuai dengan kaidah agama di Indonesia.

Sumber : Kompas, Jakarta 19 Agustus 2011
Judul : Tidak mungkin meninggalkan separuh penduduk
Dalam pidato penyampain Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012 di gedung DPR/MPR RI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menyinggung sama seklai mengenai pemberdayaan perempuan. Anggaran yang dicanangkan dibawah Rp. 10 triliun di dalamnya tidak menyebutkan tentang keterkaitan pemberdayaan perempuan dan anak.  Penduduk perempuan yang menurut sensus 2010 berjumlah 118,01 juta, penduudk laki-laki 119,63 juta penduduk. Perempuan masih tertinggal dalam berbagai indicator social-ekonomidari laki-laki. Dari sisi angkatan kerja, jumlah angkatan kerja laki-laki diatas jumlah angkatan kerja perempuan. Angkatan kerja perempuan berjumlah 44.645.783 orang, sedangkan laki-laki 71.881.763 orang. Dan pada bulan Februari jumlah angkatan kerja perempuan mengalami penurunan sebesar 500.000 orang, sedangkan laki-laki mengalami peningkatan sebesar satu juta orang. Dari sisi social yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah perkawinan dini. Berdasarkan Undang-Undang perkawinan menentapkan usia perkawinan minimal 18 tahun untuk perempuan. Berdasarkan data dari BPS sebesar 47 persen perempuan pernah menikah dibawah umur 18 tahun. Inilah masalah social yang tidak menjadi prioritas dalam RAPBN 2012 yang cenderung lebih teknis mengejar pertumbuhan ekonomi dan seperti melupakan pembangunan manusia. Bila Indonesia ingin setara dengan bangsa-bangsa lainnya, tidak mungkin pembangunan meninggalkan separuh penduduknya.

Sumber : Kompas, Jakarta 19 Agustus 2011
Judul : Kembalinya “Ibuisme Negara”
Kali ini berita datang dari Ibu Negara Kristiani Herawati Yudhoyono, yang mendapat penganugerahan Bintang Mahaputra Adipradana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ny Ani Yudhoyono mengtakan “kalo saya mmepersiapkan bapak Presiden untuk bekerja lebih baik lagi, berarti saya bekerja untuk bangsa dan Negara”. Pernyataan tersebut meneguhkan definisi peran “ibu” ciptaan Orde Baru. Dimana perempuan menjadi subordinate dengan menekankan fungsi reproduksi dan “kodrat perempuan” untuk melayani, mengabdi, dengan menjadi “istri yang patuh”. Seorang feminis Julia Suryakusuma membahas mengenai konsep “ibuisme Negara”. Julia mengatakan, konsep yang mencakup unsure-unsur ekonomi, polotik, dan budaya, itu diambil dari aspek paling menindas dari budaya “peng istrian” atau housewifization borjuis dan ibuisme priyayi. Lebih jauh Julia menceritakan mengenai Pemerintahan Orde Baru yang menciptakan pelembagaan :istri” melalui berbagai kebijakan diantarany mellaui Panca DharmaWanita yang dipromosikan oleh PKK sampai ketingkat paling bawah. Menurut GBHN  tahun 1970-an fungsi perempuan yaitu penerus keturunan, dan Pembina generasi masa depan bnagsa: sebagai ibu dan pendiidk anaknya, sebagai pengelola rumah tangga dan pekerja untuk menambah penghasilan keluarga, serta sebagai anggota masyarakat. Zaman mulai berubah menjelang runtuhnya Orde Baru, perempuan Indonesia memasuki babak baru mellaui perlawanan diruang public oleh Suara Ibu Peduli (SIP) yang mendukung terhadap aksi Mahasiswa yang menekan Presiden Soeharto untuk mundur. Setelah beberapa tahun reformasi perempuan menemukan ruang sangat luas untuk berekspresi. Sejarah mencatat Ny tien Soeharto menerjemahkan “ibuisme Negara” dengan beberapa langkah signifikan diantaranya, sikapnya terhadap poligami jelas, dengan pelembagaan Undang-Undang Perkawinan. Beliau menerjemahkannya dengan berbagai program kesejahteraan menurut definisi arus utama mengenai pembnagunan pada masa itu, selanjutnya Ny Shinta Nuriyah, Istri Presiden Abdurrahman Wahid, yang melakukan sahur sebulan penuh setiap bulan puasa bersama kelompok danpara tokoh lintas agama dan lintas etnis itu merupakan upaya Shinta Nuriyah menerjemahkan prulalisme Indonesia, keislaman, toleransi dan kerakyatan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan keragaman bangsa. Meskipun demikian pemberian penghargaan merupakan hak prerogative Presiden, banyak pihak mempertanyakan kriterianya sehingga Ny ANi Yudhoyono menerima penghargaan tersebut.

Sumber : Kompas, Jakarta 19 Agustus 2011
Judul : Menyambung lidah petani lewat radio komunitas (Ida Yurinda Hidayat)
Cerita selanjutnya datang dari seorang perempuan mantan jurnalis yang mengabdikan hidupnya untuk kemajuan para petani dan nelayan. Dalam perjalanannya ke Indramayu, Ida melihat banyak pemancar radio, dari sana dia mempunyai ide untuk menyampaikan informasi kepada para petani dan nelayan. Sebagai ketua Jaringan Radio Suara Petani (JRSP). Ida turun langsung ke lapangan menyampaikan materi pertanian yang dinilai penting diketahui para petani. Materi yang disampaikan berkembang, mulai dari harga ikan di Bandar, informasi masa tanam, pembagian air irigasi, hama diladang, sampai tentang keperluan sehari-hari para petani dan nelayan. Selain itu mereka juga kerap mengundang para penyuluh pertanian untuk menyampaikan program yang berguna bagi petani dan nelayan. Namun masih disayangkan karena pemerintah cenderung kurang memperhatikan keberadaan radio komunitas ini, padahal sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan program dan atau peraturan daerah.

Sumber :  Kompas, Jakarta 20 Agustus 2011
Judul : Agama Tak Efektif untuk Berantas Korupsi
Seri Dialog Klub Kajian  Agama (KKA)  dengan tema  “Menumbuhkan Kepemimpinan Profetik Menuju Indonesia Adil” di Universitas Paramadina.   Pembicaranya  yaitu Rektor UIN  Syarif Hidayatullah, Jakarta, Komaruddin Hidayat dan Guru Besar Hukum Tata Negara UI, Prof Jimly Asshiddiqie disampaikan bahwa pemahaman dan praktik keagamaan di Indonesia belum berperan dalam memberantas praktik korupsi. Ironisnya, dengan mayoritas penduduk Indonesia yang Muslim dan Islam jelas-jelas mengharamkan korupsi dan mengancamnya dengan azab yang pedih, namun mengapa korupsi malah merajalela. Komaruddin menilai, memang tidak selalu terkait dengan kondisi keagamaan. Negara yang berhasil memberantas korupsi adalah negara yang menegakkan hukum secara tegas, tuntas dan adil, terlepas dari apakah masyarakatnya religius atau tidak.
Data dan fakta ini merupakan kritik  dan tantangan  bagi para intelektual dan organisasi  keagamaan. Harapnnya  gairah dan praktik  keagamaan  dapat menciptakan  pemerintah  bersih  dan masih perlu di kaji ulang.
Al Qur’an salah satu sarat  dengan muatan nilai-nilai  kemanusiaan yang luhur dan ideal. Seolah  setali dengan pihak pertama yang meyakini Al qur’an, perempuan adalah kelompok paling  di untungkan dengan turunnya Al qur’an karena tuntunan Al qur’an Muhammad SAW melakukan perubahan terhadap posisi dan status  perempuan dalam masyarakat arab jahiliyah.  Sebuah tuntutan yang kemudian  terbukti puluhan abad setelahnya bahwa kemajuan peradaban manusia  dapat di capai  dengan progresif jika berhasil menumbuhkan budaya baca tulis,
Dengan adanya Risalah Revolusioner seperti di ungkapkan oleh Musdah Mulia mengatakan bahwa Rasul mengajarkan keharusan merayakan kelahiran bayi perempuan  di tengah tradisi Arab yang memandang aib kelahiran  bayi perempuan.  kemudian Rasul menetapkan hak waris  bagi perempuan  di saat masyarakat memposisikan  mereka hanya sebagai objek atau  komoditas yang di wariskan.  Rasul juga menetapkan kepemilikan mahar sebagai hak penuh perempuan  dalam perkawinan pada saat  masyarakat memandanfnya sebagai monopoli orang tua atau wali. Dengan kata lain Rasul telah mengubah  posisi status perempuan secara revolusioner, mengubah posisi atau status  perempuan dari objek yang di hinakan dan dilecehkan menjadi yang terhormat dan di indahkan.
Momentum  memperingati  Nuzulul Qur’an,  kita semua perlu mengintropeksi diri apakah nilai-nilai  Qur’ani yang  begitu ideal dan luhur telah di hayati dan di amalkan dalam kehidupan sehariu-hari.

Sumber : Kompas, Jakarta 22 Agustus 2011
Judul : Berat Bayi Lahir Rendah : Penyebab Kematian Bayi di Ende
Banyak kasus yang terjadi di Ende, Pulau Flores bahwa bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2.500 gram, ada juga yang berat badannya hanya 750 gram. Dahulu neonatus dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram atau sama dengan 2.500 gram disebut prematur.
Berdasarkan hasil survey demografi dan Kesehatan Indonesia 2007, angkah kematian bayi (AKB) NTT 57 per 1000 kelahiran hidup. Angkah ini lebih tinggi dari angka nasional, 34 per 1000 kelahiran hidup
Lewat program Ponek 24 Jam, hasil kerjasama dengan  program sister hospital  RSUD Ende dengan RS Panti Rapih Yogyakarta dan Kemitraan  Autralia Indonesia untuk keselamatan ibu dan  Bayi baru lahir.  Banyak kasus- kasus kesehatan  telah terjadi maka Pemkad Ende mengirimkan  5 PNS untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis anak dan anestesi.

Sumber : Kompas, Jakarta 22 Agustus 2011
Judul : Anak-anak TKI Dililit Banyak Masalah
Dialog antara  menteri Pendidikan Nasional,  Muhammad Nuh dan siswa begitu juga  Gurunya dan orang tua siswa. Di sabah sekitar  45.000  mayoritas anak- anak TKI tidak mengenyam bangku pendidikan  di sekolah negeri karena   tidak  memiliki akte kelahiran sehingga banyak anak-anak  yang buta huruf, tidak bisa membaca maka di bangunlah  beberapa pusat belajar atau learning center  lokasinya di perkebunan sawit. Keterbatasan guru dan kurikulum bermasalah. Agar kurikulum tetap mengacu ke Indonesia dan anak-anak TKi tidak kehilangan jati diri bangsa, pemerintah mendirikan  Sekolah Indonesia kota Kina Bulu. (SIKK).  Dengan adanya SIKK anak-anak TKI mau melanjutkan sekolah akan segera di bangun asara bagi anak TKI.

Sumber : Kompas, Jakarta 24 Agustus 2011
Judul : Anna Hazare “Gandhi Baru yang Antikorupsi
Di India  ada salah satu aktivis yang bernama Anna Hazare yang berjuang memberantas korupsi, selkain itu Hazare di kenal  aktif memperbaiki kesejahteraan masyarakat miskin di kampung halamannya, sungguh luar biasa perjuangannya.  Seorang Hazare yang di kenal dengan pakaian sehari-hari  serupa dengan pahlawan kemerdekaan India yaitu Mahatma Ghandi.  Rakyat India mensosokkan Hazare dengan aksi tanpa kekerasan seperti yang dilakukan oleh Ghandi  saat melawan pemerintah kolonial Inggris.
Salah satu yang di lakukan oleh Hazare  untuk mencerahkan desanya yaitu  membuka usaha simpan pinjam bahan makanan berbentuk padi-padian  Masyarakat meminjam sekantong beras wajib mengembalikan pinjamannya saat panen tiba, ditambah sekantong beras lagi sebagai bunga pinjaman. Setelah sukses Hazare alih ke  bidang lain seperti peternakan sapi perah, pendirian sekolah, dan pemasangan  pembangkit listrik listrik tenaga surya.  Perjuangan membangun desa inilah menjadi titik awal perlawanan Hazare terhadap korupsi.  Hazare juga mempersoalkan korupsi yang dilakukan 42 penjaga hutan Dia menyerahkan bukti-bukti cukup, tetapi tak ditindaklanjuti pemerintah sebagai protes Hazare  kembali menggelar aksi mogok makan.  Aksi mogok makan  Hazare berkembang menjadi aksi rakyat untuk menumbuhkan pemerintahan  yang korup, Rakyat India sudah muak dengan korupsi.

Sumber : Republika, Jakarta 24 Agustus 2011
Judul : Tantangan ADVOKASI AFIRMATIF : Mestinya peningkatan jumlah keterwakilan perempuan di DPR dibarengi dengan peningkatan perhatian  mereka pada isu-isu perempuan.
Banyak hal yang harus menjadi perhatian   bagi kalangan perempuan yang ada di DPR. Persoalan-persoalan perempuan  yang harus menjadi perhatian antara lain, persoalan angkah kematian Ibu, tenaga kerja wanita,  upah  buruh yang di berikan kepada perempuan dan laki-laki selalu ada perbedaan,  bisa menjadi penilaian publik bahwa  hal ini  di tengarai  karena masih  rendahnya  kapasitas anggota perempuan yang menguasai isu-isu dikalangan mereka sendiri.
Lahirnya undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang pemilu merupakan langkah awal dari kebijakan  afirmasi yang memberikan  kesempatan  bagi perempuan untuk berkiprah lebih besar lagi di ranah  politik. Keterwakilan perempuan  30 % hasilnya sangat menggembirakan  dengan adanya kebijakan afirmasi berupa kuota 30 % calon anggota legislative yang diajukan oleh masing-masing partai.
Semoga di tahun 2014,   kuota perempuan bisa meningkat dan bisa mendengarkan atau peduli terhadap persoalan-persoalan yang di alami oleh kaum perempuan.

Sumber : Republika, Jakarta, 24 Agustus 2011
Judul : Mengintip Peluang Perempuan di Pemilu 2014
Pemilu  tahun 2014, sudah di depan mata meskipun dua tahun lagi, suara-suara peluang untuk keterwakilan perempuan sudah mulai di suarakan, harapannya keterwakilan perempuan  terus meningkat   dari pemilu sebelumnya di harapkan ada dampak yang positif di berlakukan kebijakan afirmasi terhadap peningkatan  jumlah representasi di lembaga legislatif.  Hal yang sama di sampaikan oleh Ida Fauziah wakil ketua Badan legislasi DPR  menyampaikan  penerapan kebijakan afirmasi terhadap perempuan dalam politik dan pemilu mampu meningkatkan keterwakilan perempuan dari pemilu ke pemilu.
Penerapan kebijakan afirmasi terhadap perempuan dalam politik  dan pemilu maupun meningkatkan  keterwakilan perempuan dari pemilu ke pemilu. Peningkatan   itu  lebih signifikan  saat zipper system. Sistem Zipper ini adalah penempatan satu calon anggota legislative perempuan di antara tiga bakal calon dan  system ini berdampak  terhadap perolehan kursi perempuan di legislative.
Harapannya  tentu saja  tercapainya  keterwakilan perempuan  yang lebih signifikan di bandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

Sumber : Kompas, Jakarta 24 Agustus 2011
Judul : Lebih Baik di Sini di Negeri Sendiri
Nunukan- Kalimantan Timur  salah satu  kawasan yang berbatasan langsung dengan  Tawau- Malaysia - adalah terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan bagi anak-anak TKI.
Saat ini memang sudah ada satu lembaga pendidikan yang secara khusus memberi ruang untuk membina dan menampung anak-anak TKI yaitu Yayasan Pesantren  Hidayatullah dengan pendidikan umum  SD, SMP Islam Terpadu  Nur Islam Hidayatullah. Pimpinan  Yayasan Pesantren Hidayatullah, Muhammad Irsan mengaku, pihak yayasan prihatin akan kondisi psikologis siswa yang kerap di tinggalkan orang tuanya dan akhirnya tidak mendapatkan perhatian serta pembinaan mental dari keluarga.
Saat ini sekolah tersebut  menampung  225 murid  SD  dan SMP yang bersekolah  di yayasanya, sebanyak 35 murid merupakan  siswa lokal, sisanya  adalah anak-anak  TKI yang bekerja di Tawau. Semangat dan komitmen pengelola yayasan ini sangat kuat untuk membangun masa depan pendidikan anak-anak perbatasan.
Ardi  dan Salahudin merupakan  dua anak  dari sekian  ratus anak-anak Tenaga Kerja Indonesia yang berada di negeri orang. Walau berada di negeri orang, namun keinginan anak-anak TKI untuk mengenyam pendidikan yang tinggi merupakan dambaannya. Paling tidak mereka mengenyam pendidikan lanjutan (SMA) di Makasar, Sulawesi Selatan kampung halamannya.
Layanan pendidikan gratis  ini sekaligus menjawab  keterbatasan kemampuan  financial  para TKI yang bekerja di lahan perkebunan sawit di Tawau. #





 

Apa Yang Terjadi Bulan Juli 2011 ? [Perempuan, Pendidikan dan Radikalisme]

Perempuan, Pendidikan dan Radikalisme

Ada beberapa tema yang akhirnya kami kelompokkan menjadi beberapa tema yaitu tema Perempuan seputar jilbab, masalah sosial yang dialami perempuan terkait dengan hukum Islam, seputar sejarah serta perkembangannya Ormas Perempuan Islam di Indonesia, Kesehatan yang terkait dengan perempuan seperti masih tingginya AKI,  gambaran tentang Tokoh Perempuan zaman kekhalifaan maupun sekarang,  polemik dunia Pendidikan dan Pesantren untuk melahirkan siswa-siswa yang berkarakter,  Fatwa MUI apa saja yang dikeluarkan dan sedang dibahas saat ini, tentang Radikalisme yang sering diklaim sebagai ajaran islam ternyata dianut juga orang dunia barat, isu ke-Islam secara umum dan terakhir isu Tenaga kerja seputar Tenaga Kerja Indonesia. Semua itu terdapat dalam bundel Kliping koran Bulan Juli 2011 dengan sumber Koran Kompas dan Koran Republika. Untuk membaca resume kliping-kliping tersebut dapat dilihat dibawah ini :

Perempuan
Pelarangan pemakaian cadar muncul kembali, kali ini dari negara kangguru Australia, denda yang mengancam-pun 5.500 dolar australia. Dari Timur Tengah, seorang anak perempuan harus menggunakan pakaian seperti anak lelaki karena saudara lelakinya tidak mau mengantarnya untuk mengambil rapot di sekolahnya, disisi lain dari dunia Arab sedang terjadi fenomena dimana para istri di Arab Saudi menggunakan teknologi untuk mengetahui kecurangan suaminya (baca selingkuh) seperti facebook, menyadap telepon selurer suaminya. Dari dunia olahraga Olimpiade timnas sepakbola wanita Iran didiskualifikasi pada laga kualifikasi olimpiade 2012 karena menggunakan busana muslimah.

Pemerintah daerah banyak yang berkomitmen untuk melaksanakan program Pengarus Utamaan Gender (PUG) demi kemajuan kaum perempuan tetapi dalam pelaksanaannya hanya 10 provinsi yang serius dari 33 provinsi di Indonesia

Pada tahun 2011 sejumlah negara memilih perempuan untuk menduduki jabatan strategis untuk menekan angka korupsi, ironisnya di Indonesia semakin banyak perempuan menempati posisi strategis semakin banyak perempuan ditangkap karena kasus korupsi karena ternyata perempuan memainkan peran strategis dalam praktik mafia hukum dan mafia kasus, padahal berbagai teori memaparkan bahwa perempuan memiliki hastrat lebih rendah untuk menerima suap atau korupsi.

Ormas Perempuan Islam
Perempuan muslim di Indonesia mulai berorganisasi pasca era kebangkitan nasional 1908 M. Ormas perempuan tertua adalah Aisyiah, saat ini Aisyiah fokus pada bidang pendidikan dasar dan menengah karena sejak tahun 1923 Aisyiah mencanangkan gerakan pemberantasan kebodohan, dan pengembangan badan usaha ekonomi. Selanjutnya mulailah bermunculan organisasi-organisasi perempuan seperti Nasyiatul Aisyiah untuk organisasi pemudi muhammadiyah, Wanita Syarikat islam, Persisistri untuk Organisasi Pesatuan Islam. Sedangkan untuk Nahdatul Ulama lahir Muslimat NU yang baru-baru ini mengadakan kongres di Bandar Lampung yang membahas tentang teknologi implan payudara, Bank Air Susu Ibu dan Bank Sperma, semua isu tersebut akan dibahas secara komprehensif dan tuntas dalam forum bahtsul masail. Khofisah Indar Parawansa terpilih memimpin Muslimat Nahdlatul Ulama untuk ketiga kalinya.

Kesehatan
Angka Kematian Ibu di NTT tinggi bukan hanya karena medis melainkan tradisi yang mengakar kuat di masyarakat, seperti keputusan melahirkan oleh siapa (bidan atau paraji) berada ditangan mamak dan keluarga besar, begitu juga tradisi panggang bagi ibu dan bayi yang baru dilahirkan menjadi salah satu penyebab ibu dan bayi meninggal akibat pneumonia, infeksi saluran pernapasan atas dan dehidrasi. Kepala BKKBN-Sugiri menyatakan AKI di Indonesia saat ini 228 per-100.000 kelahiran hidup, maka salah satu solusi untuk mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah dengan menggunakan kontrasepsi.

Kementrian Kesehatan mengeluarkan larangan sunat (khitan) perempuan oleh petugas kesehatan tahun 2007, tetapi pelarangan tersebut mendapatkan respon keras dari MUI, menurut MUI khitan bagi perempuan adalah makrumah (memuliakan) dan pelarangan khitan bagi perempuan dianggap bertentangan dengan syiar Islam. Sehingga lahirlah Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1.636/MENKES/PER/XI/2010 tentang membolehkan khitan perempuan. Peraturan ini mendapat tentangan dari beberapa organisasi dan meminta di cabut karena dianggap merugikan perempuan, tetapi MUI menilai Peraturan itu sudah tepat dan tuntutan untuk dicabut tidak proporsional dan tidak rasional, karena khitan perempuan digariskan agama. Pendekatan agama yang digunakan oleh MUI dibahas dalam artikel yang ditulis Yulianti Mutmainnah(Alumni Ulama Perempuan Rahima) secara gamblang beliau mengenai khitan perempuan dari kacamata hukum agama dan hukum internasional.
Selain itu MUI memberikan perhatian khusus pada kode etik operasi keperawanan karena menurut ketua MUI Ma’ruf Amin saat operasi dilakukan petugas melihat aurat dan itu hukumnya haram.

Tokoh Perempuan
Kali ini ada beberapa tokoh perempuan yang dibahas diantaranya Chand bibi sang panglima, kemahirannya dalam militer diakui dan ia pun berkemampuan dalam politik. Ia pemimpin pasukannya untuk mempertahankan Ahmadnagar (1595-1599). Fatimah Husein speaker tentang perempuan, menyampaikan pemikiran mengenai perempuan dalam islam dan banyak menuliskan pemikiran Ibnu Sina di forum-forum internasional dan lintas agama, menurutnya religius seseorang tidak akan terenduksi meski berhubungan dengan orang non Islam. Ledia Hanifa Amalia, memberdayakan perempuan khususnya dibidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan (khususnya ibu) menjadi program-program yang digeluti saat ini. Menurutnya muslimah bisa kreatif dan bisa menambah penghasilan sendiri dengan menjalankan usaha. Chusnunia, meski telah menjadi anggota komisi IX DPR fokusnya pada kaum perempuan, dengan posisinya dia bertekat akan mempengaruhi kebijakan publik menyangkut nasib perempuan. Terakhir Ade Sitompul aktivis perempuan yang perduli dengan sesama dan tidak pernah melupakan nasib kaumnya meskipun dalam kondisi sakit telah berpulang pada usianya ke-73 jumat 15 Juli 2011.

Pendidikan dan Pesantren
Ideologi radikal yang sedang marak dengan mengkaitkan Pesantren karena beberapa pelakunya adalah alumni pesantren, tercoreng lagi dibulan Juli ini karena terjadi ledakan bom di Pesantren Umar bin Khattab- Bima- Nusa Tenggara Barat, pesantren yang disinyalir tidak hanya mengajarkan paham terorisme tetapi juga membekali santri dengan teknik merakit bom. Padahal KH. Hasyim Asy’ari (ulama terkenal era kemerdekaan) saat memfatwakan resolusi jihad (15/10/1945) beliau selalu mengulang agar tidak melukai atau membunuh orang kafir kolonial dalam keadaan tidak melawan atau menyerah juga pada kaum wanita dan anak-anak.

Generasi muda saat ini dianggap tidak berkarakter sehingga menjadi kekhawatiran sebagian besar orang tua, mereka berasumsi kurangnya jam mata Pelajaran Agama Islam (hanya 2 jam) di sekolah-sekolah umum menjadi salah satu tonggak permasalahan (baru 16 kabupaten/kota yang telah memiliki aturan penambahan jam pelajaran agama). Padahal pendidikan sains tanpa pembinaan karakter akan melahirkan generasi yang dehumanisasi. Maka saat ini pesantren menjadi pilihan sebagian orang tua dengan harapan dapat mewujudkan impian mereka untuk memiliki anak yang melek sains, berakhlak dan berkarakter.

Cerita-cerita lain dari dunia pendidikan yang menarik diantaranya,  13 Juli 2011 lalu baru saja dibuka Pekan Pendidikan Agama Islam yang diikuti 560 siswa dari SD-SMA/SMK se Indonesia (kegiatan ini sudah berlangsung 2 tahun). Selain itu di awal penerimaan murid baru ini pembahasan tentang kejujuran di dunia pendidikan yang dilakukan Alif, atau Kevin siswa Sekolah Dasar yang harus putus sekolah diangkat kembali, mereka menjadi potret sistem pendidikan di Indonesia yang masih menerapkan pungutan ”siluman” untuk buku dan seragam sebesar 200 ribu yang membuat orang tua memilih tidak melanjutkan sekolah, atau dunia pendidikan yang dijadikan ajang bisnis, dan kisah yang membuat kita dapat memberikan aplaus perjuangan seorang mahasiswa untuk menggapai cita-citanya kuliah di kampus negeri-Depok melakoni bersepeda sejauh 500 Km Pati-Jakarta, menjadi bagian dari cuplikan cerita yang patut menjadi perenungan kita bersama.

Fatwa MUI
Fatwa MUI mendapatkan sorotan dan masukan dari beberapa pihak diantaranya MUI diharapkan dapat mengefisiensi fatwa. Fatwa MUI sering diragukan legitimasinya karena begitu mudah keluar, MUI-pun terkesan ”boros fatwa”, dan MUI kurang sensitif terhadap keberagaman sehingga seringkali fatwa yang dikeluarkan kurang mempertimbangkan kemungkinan kontroversi atau tidak, MUI juga kurang menyadari posisinya sebagai mediator dan pemersatu umat yang berkarakter Bhineka Tunggal Ika.
Beberapa fatwa yang sudah/akan dikeluarkan :

  1. Fatwa BBM bersubsidi, MUI menyatakan pandangan BBM (besubsidi) merupakan hak orang miskin dan kerenanya orang kaya haram mengonsumsinya jelas tidak bisa diterima karena dalil syara menyatakan semua orang mempunyai hak yang sama, begitu juga sandaran hukum pemerintah tasharraful imami manutun bil mashlahah (kebijakan untuk kemaslahatan umat) juga tidak dapat diterima MUI.
  2. Fatwa Pertambangan yang merusak, pertambangan yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak bisa menghindari kerusakan hukumnya haram, diluncurkan dalam Fatwa MUI nomor 22 tahun 2011 tentang pertambangan ramah lingkungan.
  3. Fatwa MUI Pencangkokan Organ Tubuh tahun 2010 telah menegaskan pencakokkan diperbolehkan jika melalui hibah, wasiat dengan memintanya, tanpa imbalan, atau melalui bank organ tubuh. Donor organ tubuh dari orang meninggal juga diperbolehkan dengan syarat kematiannya disaksikan dua dokter ahli.

 

Selain fatwa dibutuhkan juga tafsir baru tentang pluralisme dalam konteks ke Indonesiaan, kasus kekerasan berlatar belakang agama di Indonesia yang meningkat 30% menjadi landasan untuk menekan gelombang fundamentalisme dan radikalisme yang marak di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, oleh karena itu dirasa perlu adanya kode etik pertemuan antar agama dimana diperlukan komunikasi iman demi kemaslahatan semua warga negara di Indonesia sehingga dapat prasangka antar agama .

Radikalisme
Radikalime identik dengan agama Islam (menurut kacamata dunia Barat) tetapi pembunuhan massal yang dilakukan oleh Anders Breivik di perkemahan warga imigran Norwegia membuka mata bahwa kekerasan dapat terjadi dimana saja dan oleh siapa saja, dari kasus ini juga memotret dengan jelas bagaimana rasisme terutama imigran  khususnya muslim telah menyebar dan tertanam di dunia Barat. Hal ini juga menjadi cerminan Partai Kanan telah bangkit yang mendengungkan anti-imigrasi, fobia islam serta memainkan ketakutan-ketakutan warga bahwa jumlah warga asli berambut blonde dan bermata biru akan tergantikan oleh rambut hitam dan bermata coklat/hitam.

Islam
Syekh Taqiyuddin Al Nabhna, Ulama terkemuka di era Kekhalifaahan Turki Utsmani adalah seorang hakim (Qadi), Penyair, Sastrawan, Sarjana Islam dan pendiri Hizbut Tahrir sebuah gerakan politik berasas Islam berskala Internasional. Organisasi Islam lainnya Ikhwanul muslimin dianggap sebagai fajar demokrasi di Timur Tengah yang sedang dilanda gelombang revolusi.

Gerakan salafiah disebut disebut juga gerakan pembaruan, dokrin yang menonjol dari gerakan salafiyah adalah pintu ijtihad selalu terbuka sepanjang masa. Kalangan sufi memandang perempuan justru memiliki kemampuan dan kekuatan secara kodrati dibanding laki-laki. Laki-laki tidak berdaya tanpa adanya perempuan. Dari karya Ibnu Arabi terurai bahwa perempuan menghimpun energi spiritual yang luar biasa, yang diperoleh melalui fungsi reproduksinya. Perempuan mengalami menstruasi, mengandung, melahirkan, menyusui dan merawat anak, hal itu menjadi spiritual training untuk menjadikan perempuan sosok manusia pasrah, lembut dan feminim.

Alghazali tokoh filsafat Islam menyatakan mempelajari sains adalah fardu kifayah hukumnya bagi umat Islam.

Mengenal 4 mazhab fikih dalam Sunni : Mazhab Hanafi, mazhab ini selain berlandaskan alquran, sunnah dan fatwa sahabat juga menggunakan qiyas, ijma dan istihsan. Selain itu menggunakan urf atau adat kebiasaan orang Islam yang tidak disebutkan dalam alquran dalam menyelesaikan masalah. Mazhab Maliki dasarnya alquran, sunah daif, ijma dan qiyas. Dalam mazhab ini hadis memiliki kedudukan yang tinggi hampir setara dengan alquran. Mazhab Maliki, imam malik tidak pernah mau memberikan fatwa terhadap kasus yang belum pernah terjadi, walaupun hal tersebut diramalkan akan terjadi dan beliau juga tidak ingin memutuskan fatwa terkait wewenang hakim. Fatwa yang diluncurkan dasarnya alquran, sunah mutawatir, hujah, fatwa sahabat, qiyas dan az zarai. Mazhab Hanbali dasar yang digunakan alquran, hadis, hadis mursal dan daif. Beliau lebih mendahulukan nas daripada fatwa sahabat, bila ada sahabat yang berbeda pendapat beliau akan mengambil kesimpulan yang mendekati alquran dan hadis.

Tenaga Kerja
Menteri Tenaga kerja dan transmigrasi tgl 26 Juni 2011 meresmikan Crisis center TKI di Kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNPP-TKI), tetapi beberapa pihak meragukan keefektifan lembaga ini dilihat dari proses klarifikasi pengaduan yang masih konvensional, misalnya pelapor wajib melengkapi fotokopi paspor TKI, perjanjian penempatan, perjanjian kerja, kartu peserta asuransi, KTLN, kartu keluarga, surat nikah dan identitas pelapor. Penyediaan dokumen-dokumen tersebut menjadi sesuatu hal yang mustahil dilengkapi terutama bagi TKI yang dikirim sebelum tahun 2000, Satu proses yang akan memperpanjang birokrasi penyelesaian pengaduan persoalan TKI. Padahal berdasarkan penemuan Satgas TKI yang di tugaskan untuk bergerak ke tiga negara (dipimpin oleh Maftuh Basyuni), menemukan bahwa  TKI tervonis mati di Arab Saudi sebanyak 26 orang, di Malaysia sebanyak 179 orang, dan di Cina ada 13 orang sedangkan di Singapura ada 3 orang, dimana rata-rata mereka terkait kasus pembunuhan dan narkoba. Disisi lain pemberlakukan Moratorium Arab-Indonesia yang baru saja ditandatangani mengakibatkan ± 30 ribu/bulan pengiriman TKI sektor domestik ke Arab batal berangkat, karena perbedaan jam pelatihan (arab 200 jam, Hongkong, Korea, Cina 400 jam) serta kemampuan bahasa yang menjadi salah satu syarat menjadikan mereka tidak bisa dialihkan ke negara lain.

________________________________

DAFTAR ISI


PEREMPUAN DAN GENDER
Cadar mulai terancam di Australia     1   
Menggugat Larang Bercadar     2
Berdandan     3
Perempuan dan Korupsi     5
Menguji Pandangan Esensialis Perempuan     7
Perempuan Arab gunakan teknologi untuk mematai-matai suami     9
Pengarusutamaan Gender masih rendah     10
Bagaimana relasi gender Makrokosmos ?     11
Wanita PM Pertama bukan kemenangan Feminisme     14
Tiga negara tanpa putri olimpiade     15
Gambar timnas sepakbola wanita Iran yang diskualifikasi     16
Mengguncang dengan perspektif Jender     18
Godaan untuk laki-laki Arab di tempat kerja     20
Sendirian ke sekolah, seorang siswi menyamar jadi laki-laki     21
Apa itu perkawinan Mikrokosmos ?     22

ORMAS PEREMPUAN ISLAM
Ormas Perempuan Islam     25
Muslimat NU, jejak perjuangan wanita Nahdlatul Ulama     27
Nasyiatul Aisyiyah, gerakan pemudi Muhammadiyah     30
Persis Istri pelopor bidang Keperempuanan     32
Wanita Syarikat Islam, perintis pergerakan kaum wanita     33
Kongres Muslimat NU bahas Bank Asi     35
Khofifah pimpin lagi Muslimat NU     36
Muslimat NU angkat derajat wanita     37
Jejak dan Kiprah Aisyiah     38

KESEHATAN
Angka Kematian Ibu, Tak hanya terkait isu medis     41
KB tekan Angka Kematian Ibu     44
Khitan tak rugikan wanita     45
Larangan Khitan Perempuan     46
Khitan Perempuan dan Revitalisasi API     48
Perketat kode etik operasi keperawanan     50

TOKOH PEREMPUAN
Chand Bibi sang Panglima     51
Fatimah Husein, MA, PhD : Berbicara tentang perempuan     54
Ledia Hanifa Amaliah, Meniti jejak sang kakek     56
Chusnunia, Mendampingi perempuan     58
Untuk ibu Ade Sitompul     61

PENDIDIKAN DAN PESANTREN
Pensatren dan Pendidikan Karakter    63
Kearifan Pesantren     65
Kembali ke pesantren    67
Deradikalisasi pesantren     71
Radikalisme : Polisi belum bisa masuk ke tempat kejadian     73
DR. Imam Tholkhah, Pendidikan Agama Islam masih dinomorduakan     74
560 siswa ikut pekan Pendidikan Agama Islam     79
Kebohongan di gerbang pendidikan dasar     80
Alif menuai buah kejujuran     82
Bisnis Pendidikan     84
Yang tak pergi sekolah pada tahun ajaran baru : Kevin terpaksa menanggalkan
seragam SD     86
Cita-cita yang teraih     89
Oleh-oleh kehidupan dari ”ngontel” Pati-Depok     90
Muslim Thailand belajar strategi dakwah     91

FATWA MUI
MUI menuntun lewat fatwa     92
Haramkah BBM bersubsidi ?     93
MUI haramkan tambang tak ramah lingkungan     95
MUI : cangkok organ tubuh, boleh     96
MUI agar menjaga kebinekaan bangsa     97

RADIKALISME
Polisi sektarian dorong anarki     98
Norwegia tak akan berubah     99
Muslim perantauan di Norwegia pun cemas     101
Breivik terinspirasi blog ekstrem kanan     103
Breivik dan islamofobia     105
Tragedi Norwegia, Anders Breivik, dari bocah pemalu ke penebar teror     107
Tragedi Norwegia, Nasib baik dan buruk adalah takdir     108
Breivik bukan orang gila : tidak ditemukan bukti Breivik mengontak sel teroris lain     109
Cegah intoleransi umat beragama     111
Gerakan Ekstrem kanan di Eropa, Gagap Terorisme Media Barat     112
RUU Intelijen, trorisme, dan perang kotor     115
Jangan salah memahami agama     117
SBY : teror tak pandang agama     118

ISLAM (UMUM)
Empat Mazhab Fikih Utama     119
Kisah pencarian para ulama     123
Syekh Taqiyuddin Al Nabhani, Sang pendiri Hizbut Tahri     126
Ikhwanul Muslimin berkembang di Arab     128
NU dan Masyarakat Madani     129
Gerakan Salafiyah     131
Tafsir baru pluralisme     132
Kode etik perjumpaan antaragama     133

TENAGA KERJA
Meluruskan penanganan TKI     135
Satgas TKI Bergerak ke tiga negara     137
TKI untuk Arab susah dialihkan     138
Mantan TKI hidupkan gunung terang     140
Penghapusan pekerja anak     142



Apa Yang Terjadi Bulan Juni 2011 ?

Sepanjang Juni 2011, ada beberapa isu yang berhasil kami rangkum dari dua media cetak yaitu Kompas dan Republika. Beberapa isu itu adalah: masalah Perempuan, Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas, Pendidikan, Buruh Migran, Radikalisme dan Kebangsaan, Pemerintahan, dan isu Islam secara umum.

Ada beberapa isu yang terkait dengan perempuan yaitu: Persiapan Capres Perempuan, Menghormati Kehendak Perempuan, Dampak Kekerasan Psikis, dan Upaya lain yang dilakukan oleh ormas Islam baik Aisyiyah maupun Fatayat NU dalam melakukan pemberdayaan perempuan. Isu lain yang terkait dengan Islam dan Gender juga dibahas pada Juni ini diantaranya: Perkawinan Sejenis, Nikah Beda Agama, Fikih Perempuan ke Mesjid, sampai Perbudakan dalam Islam.

Isu Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas hanya ada dua dua berita yaitu: Munculnya Club Istri Taat Suami, dan Nutrisi Perempuan. Untuk isu pendidikan, ada beberapa yang dimuat yaitu: Kabupaten Termiskin Menggratiskan Pendidikan, Berita Siami dan Teror Ujian Nasional, serta Penuntasan Buta Aksara Perempuan Terhambat. .

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 01 Maret 2012 11:14 )

Selanjutnya...

Salam Perkenalan

Assalamualaikum

Alhamdulillah, di awal Bulan Maret ini, kami dapat menghadirkan satu menu terbaru dari Website Rahima yaitu, Menu Kliping yang akan up date sebulan sekali di awal minggu.

Menu ini, bukanlah menu kliping online yang dapat melihat potongan kliping yang telah di scan, tetapi menu ini menampilkan resume dari kumpulan kliping yang dilakukan Rahima setiap bulan. Resume yang  dirangkai secara narasi merupakan gambaran dari daftar isi. Adapun kliping yang resumenya ditampilkan dapat diakses langsung di perpustakaan Rahima.

Kami memilih dua media yang menjadi sumber kliping kami yaitu Kompas dan Republika, dengan dasar pemikiran kedua koran tersebut merupakan koran nasional yang beroplah besar, harian Kompas mewakili perspektif umum masyarakat Indonesia, sedangkan harian Republika mewakili perspektif Agama Islam yang  dianut sebagian besar masyarakat Indonesia.

Menu ini diawali resume kliping Bulan Juni 2011, karena semenjak Bulan Juni 2011 inisiatif kami untuk menggarap kliping dan menjadikan resume ke khalayak lebih luas, mulai dapat kami realisasikan.

Kami menyambut dengan baik bila ada inisiatif untuk memberi masukan  bagi penyajian kliping ini maupun untuk mengembangan website kami. Terimakasih dan Selamat membaca...

Wassalam

Team Redaksi

 

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 07 Maret 2012 04:15 )

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Perpustakaan

 

Anda butuh referensi seputar perempuan dan Islam ? Anda dapat memperolehnya dalam Koleksi perpustakaan kami mulai buku Teks,  Kitab kuning, Skripsi, Tesis, Disertasi, Kliping, dan Audio Visual.

Alamat : Jl. H. Shibi No.70 Rt. 007/01 Srengseng Sawah Jakarta Selatan 12640

Berlangganan Majalah Swara Rahima

Kirim email ke rahima2000@cbn.net.id atau telp. ke 021-78881272. Untuk berlangganan Swara Rahima  1 tahun Rp. 100.000 (Pulau Jawa) dan Rp. 120.000 ( Luar Jawa),- untuk (4 edisi) sudah termasuk ongkos kirim.

Agenda Rahima

1 April 2015 Forum Meeting Advokasi Goverment Local in Jombang

Get Articles via Email

Enter your valid email address below:
Your email address will not propagated

Delivered by FeedBurner

Admin Rahima

Dani
Maman
Nining
Ulfah

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini766
mod_vvisit_counterKemarin1110
mod_vvisit_counterMinggu ini5895
mod_vvisit_counterBulan Ini766
mod_vvisit_counterSemua1570606

Yang Online

Kami memiliki 28 Tamu online

Flag Contries

free counters