RAHIMA | Pusat Pendidikan dan Informasi Islam dan Hak-hak Perempuan

Saturday
Jul 04th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Kliping

Kliping

Pluralisme Sebagai Benteng Republik

Apa Yang Terjadi Bulan Januari 2012 ?
Diawal tahun 2012 ini beberapa berita telah kami pilih dari dua surat kabar nasional (Kompas dan Republika) diantaranya : Perempuan dalam Politik terkait kuota 30%, posisi perempuan, bahkan berita tentang Presiden AFC mengusulkan pencabutan larangan penggunaan hijab untuk atlet perempuan di ajang olahraga internasional, semua itu masuk dalam tema seputar Perempuan. Tema kedua tentang Tokoh Perempuan, kami merangkum ada 6 orang sosok perempuan yang menarik, mereka berjejabu dengan komunitasnya untuk mengembangkan diri dan lingkungannya khususnya perempuan. Tema ketiga seputar Keberagaman atau Pluralisme, menjadi isu yang senantiasa digencarkan oleh berbagai pihak, keberagaman masyarakat Indonesia seringkali memicu tindakan-tindakan anarki karena sulitnya menerima perbedaan-perbedaan itu, tidak hanya perbedaan agama, bahkan aliran seperti Syiah dan Sunni menjadi hal menarik untuk dibahas akar permasalahannya, maka pendekatan berbagai macam cara dilakukan diantaranya melalui Pendidikan Agama yang mulai diubah pendekatannya dari eksklusif menjadi inklusif, semua ada di tema ketiga ini. Tema keempat seputar Hukum Agama kali ini banyak membahas tentang posisi Fatwa dan sertifikat halal Indonesia yang menjadi rujukan negar-negara muslim di dunia. Tema Terakhir Serba-serbi kali ini ada beberapa berita yang menarik diantaranya seorang walikota terganjal pelantikannya bahkan tergeser kemenangannya karena ketahuan poligami, perbedaan pendapat pihak pemerintah dengan LSM Migrant Care terkait pembebasan dua orang TKI dari hukuman mati,  munculnya Islam Postliberal sebagai pemikiran baru di dunia Islam dibahas langsung dengan inisiatornya Sumanto Al Qurtuby, dan terakhir membahas tentang Ramuan Madura yang sangat terkenal ternyata masih menjadi produk rumahan.


PEREMPUAN
1.    Calon perempuan akan diutamakan (Kompas, 28 Januari 2012)
Anggota Panitia Kerja RUU Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 2008 mengusulkan Partai politik diminta menyiapkan minimal 30% calon anggota legislative perempuan dari total calon yang didaftarkan di setiap daerah pemilihan. Partai juga wajib menempatkan satu calon perempuan pada nomor urut satu atau dua.

2.    Perempuan harus ‘persenjatai’ diri sendiri (Republika, 30 Januari 2012)
Perempuan menjadi korban perkosaan semakin marak terjadi, selain system yang harus dibenahi, kerjasama masyarakat dengan lebih perduli pada lingkungan, perempuan juga harus meningkatkan kewaspadaan, selain menguasai bela diri tertentu, perempuan juga perlu mempersenjatai diri dengan benda-benda yang bisa dijadikan senjata.

3.    Penguatan Ekonomi perempuan (Republika, 6 Januari 2012)
Untuk mereduksi angka kemiskinan 33.33% di Indonesia, peran perempuan merupakan kunci utamanya. Hasil penelitian Susilowati, dkk tahun 2008 tentang pemberdayaan ibu rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga di Kec. Kalipare, Malang. Menunjukkan peran ibu rumah tangga menyumbang pendapatan keluarga tergolong tinggi sehingga perlu adanya peningkatan sumberdaya ibu rumah tangga petani di perdesaan dalam meningkatkan kinerja di sector non pertanian demi pendapatan keluarga.

4.    Perempuan tak sekadar “peran pembantu” (Kompas, 11 Januari 2012)
Hampir setiap hari selalu ada pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga di Surabaya. Program yang dilakukan oleh BPM Surabaya sejak tahun 2009 telah meningkatkan usaha mikro dari 92 unit sejak tahun 2010 menjadi 500 unit usaha mikro kecil menengah pada tahun 2011.

5.    Area Khusus Wanita tak berlaku di Koridor XI (Republika, 3 Januari 2012)
Area khusus wanita yang seyogyanya disediakan untuk perempuan di bus transjakarta, ternyata di koridor XI (Kampung Melayu-Kantor Walikota Jakarta Timur) masih terdapat penumpang lelaki. Dengan dalih bus kosong, petugas mempersilakan penumpang lelaki untuk menempati area khusus wanita tersebut.

6.    Presiden AFC minta pencabutan Larang Jilbab (Republika, 31 Januari 2012)
Banyaknya pesepak bola putri di Asia yang mengenakan jilbab, membuat Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mendesak badan pembuat peraturan sepakbola IFAB untuk menghapus larangan mengenakan jilbab. Menurutnya rancanangan penutup kepala yang baru dapat mencegah cedera leher pada pesepakbola muslimah yang selama ini dikhawatirkan dengan penggunaan jilbab.


TOKOH PEREMPUAN
7.    Kampanye dan Pemberdayaan Korban KDRT (Kompas, 27 Januari 2012)
Netty Prasetiyani, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Jawa Barat ini, tetap berkomitmen melakukan kampanye untuk mengenalkan tentang KDRT keberbagai komunitas yang mereka temui dengan komunitas sepeda (Bikers)nya. Ternyata banyak orang yang belum terpapar tentang KDRT bahkan baru sadar bahwa penelantaran ekonomi seperti tidak memberikan biaya hidup sehari-hari termasuk salah satu tindakan KDRT.

8.    Masnu’ah : Kebangkitan Perempuan (Kompas, 18 Januari 2012)
Sebagai istri nelayan  yang tidak pasti penghasilannya Masnu’ah, mencoba untuk mencari jalan keluar, tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk kaum perempuan yang ada di sekelilingnya yang memiliki nasib sama, dia berusaha mengangkat kemandirian perempuan melalui berbagai macam usaha, dari koperasi beras, produk makanan hingga akhirnya membuat produk olahan berbahan dasar ikan seperti krupuk, kripik dan abon.

9.    Asmaa’ Mahfouz : Berjuang lewat jejaring social (Republika, 13 Januari 2012)
Asmaa’ Mahfouz adalah pegiat hak asasi manusia yang mencoba melawan tiran mantan presiden Mesir, Husni Mubarak. Pasca revolusi di Tunisia yang menjatuhkan Presiden Ben Ali, para pemuda Mesir melihat harapan perubahan, meskipun harus berhadapan ancaman kekerasan dan penculikan yang dilakukan pihak keamananan. Tetapi oleh Asmaa semua ketakutan itu didobrak melalui video dirinya melalui jaringan sosial, dengan berani tanpa menggunakan nama samaran dan menunjukan wajahnya, dirinya menyuarakan perubahan di Mesir. Melalui kata-kata yang dia lontarkan ternyata mampu membakar semangat para pemuda Mesir untuk ikut turun ke lapangan Tahrir.

10.    Esther Gayatri Saleh Pilot Perempuan : Para Profesional kurang diapresiasi (Republika, 25 Januari 2012)
Profesi pilot pesawat terbang belum jamak digeluti perempuan. Esther Gayatri Saleh membuktikan bisa berkarya dalam profesi langka ini dengan menekuni jabatan sebagai pilot penguji senior di perusahaan produsen pesawat terbang. 6000 jam terbang sudah dikantongi. Berikut adalah perbincangan antara Esther dengan wartawan Republika

11.    Masouda Jalal : Pembela Hak Perempuan (Republika, 20 Januari 2012)
Pada Pemilihan Umum tahun 2004 pasca tergulingnya Pemerintahan Taliban, ada yang berbeda dengan munculnya calon presiden perempuan Masouda Jalal, menjadi satu-satunya perempuan dari 18 kandidat. Masouda Jalal adalah seorang dokter anak, meskipun kalah dengan suara hanya 1.1% tetapi memunculkan harapan baru bahwa perempuan bisa tampil di Negara yang selalu menganggap perempuan sebagai masyarakat kelas dua, dan kerasan terhadap perempuan menjadi hal biasa karena ada anggapan lahir sebagai perempuan sama saja lahir dengan penuh kesengsaraan dan ketidakadilan.

12.    Dra Elli Arianti P Pd : Mutiara dari Serambi Makkah (Republika, 20 Januari 2012)
Presentasi tentang membuat mikroskop sederhana dari bahan botol plastik mineral sempat banyak yang meragukan, mana mungkin botol plastik murah dapat disulap menjadi mikroskop. Tetapi  ternyata presentasi Perempuan Banda Aceh yang telah mengabdi menjadi guru madrasah selama 17 tahun ini dapat memukau dewan juri, dan membuat dirinya menyabet juara pertama dari Lomba kreativitas ilmiah guru tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) bidang matematika, IPA dan teknologi yang diselenggarakan LIPI.


KEBERAGAMAN
13.    Pluralisme Sebagai Benteng Republik (Kompas, 6 Januari 2012)
Bagi negeri ini, memudarnya semangat pluralisme dan ikatan solidaritas hidup bersama di dalam keragaman ini merupakan hal yang fatal. Karena dalam konteks ke Indonesiaan, pluralisme bukan semata-mata alat bagi sebuah tujuan politik. Pluralisme bukanlah hidup demi tujuan pluralisme itu sendiri. Tetapi melampaui itu semua, pluralisme dalam konteks ke Indonesiaan menjadi alasan berdirinya Indonesia.

14.    Mengubah Paradigma Pendidikan Agama (Kompas, 13 Januari 2012)
Model pendidikan agama saat ini cenderung eksklusif karena hanya mengajarkan agama sendiri, maka perlu digeser ke arah inklusif dengan model at dan beyond the waal. Dimana peserta didik tidak hanya mengenal agama sendiri, tetapi juga bersentuhan dengan agama lain guna memerangi musuh utama agama yaitu penindasan, kekerasan, kemiskinan, kebodohan, korupsi dan kerusakan lingkungan.

15.    Syiah dan Kerukunan umat (Republika, 20 Januari 2012)
Meski dalam banyak hal kecaman terhadap pandangan Syiah memiliki dasar-dasar, biasanya ada sedikitnya 3 kelemahan mendasar dalam argumentasi pengecam syiah, pertama generalisasi semua pandangan, kedua tidak adanya keseimbangan pandangan karena hanya mengambil contoh alquran didalam khazanah Sunni saja, ketiga kurangnya perhatian pada perkembangan pandangan yang terjadi dalam mazhab apapun, khususnya mazhab syiah.

16.    Syiah Menurut KH Hasyim Asy’ari (Republika, 19 Januari 2012)
Sejak awal berdirinya NU, Kiai Hasyim memiliki keyakinan bahwa Syiah memiliki perbedaan yang mendasar dalam berbagai ajarannya dengan ajaran ahlu sunnah wal jammah. Seperti dalam kitab Muqaddimah Qanun Asasi hal. 7 Kiai Hasyim mengkritik golongan yang mencaci, bahkan mengkafirkan  sahabat Nabi saw (Abu Bakar, Umar bin Khatab dan Usman bin Affan). Sedangkan pada hal. 9, Kiai Hasyim mengingatkan perlunya berpegang pada 4 mazhab, dan meminta agar Syiah dijauhi. Peringatan Kiain Hasyim terkait dengan Syiah ini terus dipegang teguh oleh para Kiai di pesantren-pesantren besar di Indonesia. 

17.    Penodaan Agama : Hikmah (Republika, 25 Januari 2012)
Tema Hikmah kali ini membahas tentang penodaan agama yang kerap terjadi, sejak Nabi Muhammad saw meninggal dunia, kerap muncul orang yang mengaku sebagai nabi yang menyebabkan munculnya aliran-aliran agama baru. Jika ditelusuri aliran-aliran itu sebagai besar berpangkal pada inkarus sunnah atau kelompok yang mengingkari dan menolak sunah Nabi Muhammad saw.

18.    Umat Beragama Jangan Abaikan Realitas Social (Republika, 24 Januari 2012)
Agama mempunyai aspek teologis dan sosiologis, jika umat beragama mampu memahami dan memaknai secara seimbang tidak akan terjadi pertikaian antar umat beragama di Indonesia. Paham ekstrem yang cenderung memusuhi kelompok lain akibat pemahaman aspek teologis semata, hanya mementingkan sisi keagamaan yang berkaitan dengan ketuhanan, sedangkan aspek sosiologis yang merupakan realitas social dilupakan.

19.    Islam seharusnya mengayomi (Kompas, 7 Januari 2012)
Islam yang berwawasan kebangsaan di Indonesia akan semakin meneguhkan agama ini sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta, maka umat Islam di Indonesia seharusnya mengayomi seluruh komponen bangsa dan menjadi paying besar untuk melindungi mereka dalam wadah negara kesatuan Indonesia.

20.    Ekstremisme Menodai Agama (Republika, 24 Januari 2012)
Tulisan ini adalah hasil liputan acara International Conference on Global Movement of Moderates, di Kuala Lumpur. Islam, ekstremisme dan kekerasan menjadi kata yang begitu akrab terdengar sepanjang konferensi. Pembicara dari Iran menyatakan Zionis adalah bentuk ekstremisme di tubuh Yahudi, sednagkan evangelis ada di Kristen. Ekstremisme tak hanya menggejala di tubuh satu agama saja. Ekstremisme menjadi kendala utama untuk mencapai tujuan sebenarnya dari setiap agama.

21.    Kerukunan Perkuat Kebangsaan (Kompas, 14 Januari 2012)
Umat beragama di Indonesia hendaknya mengelola kehidupan keagamaan di negeri ini dengan bingkai keindonesiaan yang majemuk, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. pendekatan ini dinilai akan memperbaiki hubungan antar umat beragama, sekaligus memperkuat bangunan kebangsaan di negeri ini, hal tersebut disampaikan dalam dialog tokoh lintas agama yang digelar IRC Indonesia di kantor PP Muhammadiyah.


HUKUM AGAMA
22.    Standar Halal RI Jadi acuan (Republika, 19 Januari 2012)
Annual General Meeting World Halal Food Council (WHFC) merekomendasikan Standar halal Indonesia yang dikeluarkan MUI sebagai panduan halal dunia. Acara yang diikuti 25 lembaga sertifikasi halal dari 15 negara juga memutuskan halal menjadi standar terdepan dalam perdagangan internasional.

23.    Menyikapi Fatwa Ulama : Konsultasi agama (Republika, 12 Januari 2012)
Konsultasi agama yang dipandu Ustadz Bachtiar Nasir kali ini menjawab pertanyaan tentang kekuatan Fatwa Ulama seberapa penting kedudukan fatwa ulama. Menjawab itu ustad Bachtiar bahwa ketiadaan fatwa akan menyebabkan kevakuman dan kebekuan umat dalam menghadapi problematika yang terus berkembang dimana perkembangan melebih pengetahuan umat terhadap teks-teks syariah yang ada. Sehingga fatwa secara definitif adalah penjelasan hukum syariat berdasarkan dalil yang sah.

24.    Fatwa harus fleksibel (Republika, 16 Januari 2012)
Penerapan fatwa di tengah masyarakat saat ini seharusnya mempertahankan prinsip Islam yang moderat, fleksibel, dan toleran. Munculnya radikalisme dan ekstremisme berfatwa dipicu oleh sempitnya pemahaman terhadap keagungan nilai agama. Karena kepekaan seorang mufti (orang yang berwenang menetapkan fatwa) sangat penting dalam menghadapi fenomena social, ekonomi, dan politik yang terjadi di masyarakat.

25.    Dokter Perempuan obati lawan jenis, bolehkah ? (Republika, 13 Januari 2012)
Assyifa’ Laila binti Abdullah Al Quraisyiah dan Ka’biyyah binti Sa’ad Al Aslamiyyah, mereka adalah dokter perempuan di masa Rasulullah yang memiliki tugas mengobati para sahabat yang terluka selama peperangan berkecamuk. Dalam iktiar mencari kesembuhan, seringkali dokter yang menangani pasien adalah lawan jenis. Sebagian Ulama mazhab Syafi’i masih membolehkan meski dengan beberapa syarat sedangkan Mazhab Maliki dengan keras melarang apapun alasannya.

SERBA SERBI
26.    Merosotnya dunia pendidikan (Republika, 7 Januari 2012)
Berdasarkan laporan UNDP tahun 2011 peringkat IPM Indonesia mengalami penurunan dari peringkat ke-108 menjadi perignkat ke-124 tahun 2011. meskipun menurut Resident Representative UNDP, hal ini terjadi bukan kerena adanya penurunan IMP, namu karena pada tahun 2011 ada penyesuaian perhitungan IPM dan masukanya 18 negara baru. Namu dimensi yang mengalami penurunan adalam IPM bidang pendidikan yang membuktikan merosotnya pendidikan Indonesia akibar rendahnya koordinasi antarlembaga yang ada di pemerintah.

27.    Sulit jadi walikota gara-gara poligami (Republika, 13 Januari 2012)
Pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi unggul dalam Pemilukada Pekanbaru 2011 lalu, tetapi tidak bisa dilantik sebagai wali kota dan wakil walikota karena di gugat Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk karena Firdaus tidak mengisi nama istri keduanya dalam formulir pendaftaran calon. Maka KPUD Pekanbaru membatalkan kemenangan firdaus-ayat dengan alasan telah berbohong.

28.    Sumanto Al Qurtuby : Menjelajah pengalaman religiositas (Kompas, 28 Januari 2012)
Istilah Islam Postliberal belakangan ini baru muncul, menurut penggagasnya Sumanto Al Qurtuby Islam Postliberal merujuk pada menempatkan ide-ide universal kemanusiaan di atas segala-galanya. Sumanto menjelaskan Islam Postliberal melampaui gagasan normative keagamaan dan ketuhanan, dimana jalan selamat tidak hanya monopoli kaum agama , melainkan juga kelompok “non-agama”.

29.    Dua TKI dapat ampunan (Republika, 16 Januari 2012)
Surat Presiden SBY mempengaruhi putusan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz untuk memberikan pengampunan terhadap TKI dari ancaman hukuman mati. Dua TKI tersebut Neneng Sunengsih binti amih Ujan dan Mesi binti Darna Idon. Mesi dibebaskan setelah mendapat pengampunan dari Raja Abdullah dan Neneng di bebaskan dengan jaminan dari pengacara, begitu yang disampaikan KBRI di Riyard dalam siaran pers. 

30.    Klaim berlebihan (Republika, 16 Januari 2012)
LSM Migrant Care merasa klain yang dilakukan pemerintah atas pengampunan Neneng dan Mesi dari hukuman mati menjadi bebas terlalu berlebihan, karena menurut mereka Neneng dan Mesi tidak pernah mendapatkan vonis mati dari pengadilan di Arab Saudi, mereka telah bebas dari hukuman kuruangan dan hanya menunggu pemulangan. Pengumuman pemberian ampunan dari Raja Arab Saudi oleh KBRI Riyadh dan Satgas Perlindungan TKI untuk menutupi ketidak becusan mereka menjalankan tugas.

31.    Militansi Muhammadiyah Jawa Timur (II)  : Resonansi (Republika, 24 Januari 2012)
Ahmad Dahlan sempat mau ditebas lehernya di daerah Banyuwangi pada awal kemunculan muhamadiyah di Jatim. Saat ini ternyata perkembangannya cukup pesat, di Jatim, Universitas dan Sekolah Tinggi Muhammadiyah sudah ada yang berpredikat unggulan. Muhammadiyah tidak hanya berdakwah dengan lisan, tetapi juga dengan menghadirkan madrasah, sekolah, panti, klinik, dan rumah sakit di tengah masyarakat. Saat ini untuk wilayah Jatim ditemui 498 cabang dan 2.849 ranting Muhammadiyah dengan kualitas yang beragam, meskipun masih terdapat beberapa pihak yang menentang.

32.    Ramuan Madura, tak seharum namanya (Kompas, 15 Januari 2012)
Ramuan madura sama seperti jamu umumnya, yang membedakannya khasiat yang tidak jauh dari urusan keharmonisan pasangan suami istri. Jenis ramuannya juga beragam, antara lain jamu rapet wangi, sehat lelaki dan perempuan, jamu kemanten, jamu empot-epot, jamu butiran mutiara nikmat surga, dan tongkat wasiat Madura. Meski namanya sudah dikenal sampai keluar madura, tetapi ternyata jamu ini sangat sulit didapatkan di luar pulau madura, tidak hanya karena kendala biaya produksi, sehingga produknyanya hanya dibuat dalam jumlah tertentu dan tidak pernah mempersiapkan stok.

--------------------------

DAFTAR ISI


PEREMPUAN
Calon perempuan akan diutamakan (Kompas, 28 Januari 2012)      1

Perempuan harus ‘persenjatai’ diri sendiri (Republika, 30 Januari 2012)      2

Penguatan Ekonomi perempuan (Republika, 6 Januari 2012)          3

Perempuan tak sekadar “peran pembantu” (Kompas, 11 Januari 2012)      5

Area Khusus Wanita tak berlaku di Koridor XI (Republika, 3 Januari 2012)      7

Presiden AFC minta pencabutan Larang Jilbab (Republika, 31 Januari 2012)      8


TOKOH PEREMPUAN
Kampanye dan Pemberdayaan Korban KDRT (Kompas, 27 Januari 2012)      9

Masnu’ah : Kebangkitan Perempuan (Kompas, 18 Januari 2012)      11

Asmaa’ Mahfouz : Berjuang lewat jejaring social (Republika, 13 Januari 2012)      13

Esther Gayatri Saleh Pilot Perempuan : Para Profesional kurang diapresiasi (Republika, 25 Januari 2012)      15

Masouda Jalal : Pembela Hak Perempuan (Republika, 20 Januari 2012)      20

Dra Elli Arianti P Pd : Mutiara dari Serambi Makkah (Republika, 20 Januari 2012)         22


KEBERAGAMAN

Pluralisme sebagai benteng republik (Kompas, 6 Januari 2012)      24

Mengubah paradigma Pendidikan Agama (Kompas, 13 Januari 2012)      26

Syiah dan Kerukunan umat (Republika, 20 Januari 2012)      28

Syiah menurut KH Hasyim Asy’ari (Republika, 19 Januari 2012)      30

Penodaan Agama : Hikmah (Republika, 25 Januari 2012)      32

Umat Beragama jangan abaikan realitas social (Republika, 24 Januari 2012)      33

Islam seharusnya mengayomi (Kompas, 7 Januari 2012)      35

Ekstremisme Menodai Agama (Republika, 24 Januari 2012)      36

Kerukunan Perkuat Kebangsaan (Kompas, 14 Januari 2012)      37


HUKUM AGAMA
Standar Halal RI Jadi acuan (Republika, 19 Januari 2012)      38

Menyikapi Fatwa Ulama : Konsultasi agama (Republika, 12 Januari 2012)      39

Fatwa harus fleksibel (Republika, 16 Januari 2012)      40

Dokter Perempuan obati lawan jenis, bolehkah ? (Republika, 13 Januari 2012)      41


SERBA SERBI
Merosotnya dunia pendidikan (Republika, 7 Januari 2012)       43

Sulit jadi walikota gara-gara poligami (Republika, 13 Januari 2012)      45

Sumanto Al Qurtuby : Menjelajah pengalaman religiositas (Kompas, 28 Januari 2012)      46

Dua TKI dapat ampunan (Republika, 16 Januari 2012)      48

Klaim berlebihan (Republika, 16 Januari 2012)      50

Militansi Muhammadiyah Jawa Timur (II)  : Resonansi (Republika, 24 Januari 2012)      51

Ramuan Madura, tak seharum namanya (Kompas, 15 Januari 2012)      53



Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 19 Juni 2015 07:41 )

 

Stop Kekerasan terhadap perempuan dan Pentingnya Kerukunan Antar Umat Beragama

Pemberitaan bulan Desember 2011 dari dua Koran Nasional (Republika dan Kompas), kami membuat headline tentang “Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan pentingnya kerukunan antar umat beragama” karena dua isyu itu cukup banyak dibahas sepanjang tahun 2011 ini, terkait dengan maraknya perkosaan di angkot dan konflik yang mengatasnamakan agama.

Dalam analisa kliping ini, kami membagi beberapa tema yaitu Kekerasan Terhadap Perempuan, Tokoh-Tokoh Perempuan, Perempuan, Pendidikan, Keluarga, Keberagaman, Hukum Islam, Tenaga Kerja Indonesia, ditutup dengan HAM untuk HIV/Aids.  Untuk lebih memberi gambaran dibawah ini kami rangkum isi kliping-kliping berdasarkan judul berita, selamat menikmati !  

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
Kemunduran Membayangi Kemajuan (Kompas, 23/12)
Kekerasan terus terjadi di ranah publik maupun privat. Kematian perempuan karena kehamilan terus terjadi. Penindasan pelanggaran hak, dan diskriminasi terus terjadi terhadap warga kelompok yang dianggap liyan. Dibayangi lagi Bank Dunia mencatat, sekitar 50% rumah tangga di Indonesia tergolong rentan miskin akibat krisis ekonomi. Strategi penghapusan kemiskinan belum serius memperhatikan ketimpangan jender di masyarakat, inilah sumber kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

Kasus Kekerasan Makin Terungkap (Kompas, 23/12)
Kasus kekerasan dalam rumah tangga secara umum makin banyak terungkap, seiring makin tingginya kesadaran masyarakat untuk melapor dan kemudian diproses hukum, demikian yang disampaikan Kepala badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana kota Semarang Lilik Haryanto.

Tersimpat rapat dalam ingatan (Kompas, 9/12)
Hampir semua korban kekerasan menyimpan rapat pengalaman masa kecilnya, apalagi kalau perbuatan itu dilakukan anggota keluarga terdekat, karena ada kecenderungan terjadi penyangkalan ketika hal itu disampaikan/diadukan kepada orang terdekat lainnya (red. keluarga). Kasus pemerkosaan di ranah publik setahun terakhir terbesar selama 13 tahun terakhir. Namun kekerasan di ranah personal mencapai ¾ dari semua kasus kekerasan seksual sejak 1998-2011.

Kekerasan Seksual bukan persoalan di bawah karpet (Kompas 9/12)
Dalam sejarah peradaban, kekerasan dan serangan seksual adalah peristiwa pelanggaran sangat besar, tetapi tidak mendapat tanggapan sistemis dari Negara. Korban terus dibungkam oleh proses dehumanisasi sistematis secara sosial, politik, serta budaya dan banyak kasus pelaku terus melenggang tidak mendapatkan sangsi berat.

KDRT, Kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat (Kompas, 10/12)
Selama tiga tahun terakhir tercatat 176 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani PTP2A. Jenis perlakuan buruk yang dialami perempuan dan anak tersebut beragam seperti pelecehan anak, perdagangan anak, pelecehan seksual, kekerasan di tempat kerja, pencabulan dan penculikan.

Perlindungan Negara masih lemah (Republika, 23/12)
Wawancara Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum PP Muslimat NU) bicara tentang aktivitas perempuan di ranah publik. Maraknya pemberitaan korupsi yang melibatkan perempuan akhir-akhir ini, menurutnya dapat berdampak terhadap peran perempuan di ranah publik, menjadi dalih untuk mendomestifikasikan perempuan kembali.

TOKOH PEREMPUAN
Puskesmas Matematika Bu Yan (Republika, 19/12)
Siti Fauzanah (64 tahun) atau biasa disapa Bu Yan. Adalah sosok perempuan yang sangat perduli dengan pendidikan, beliau mengumpulkan dan mendidik anak-anak yang terbelakang dalam bidang mata pelajaran matematika, tujuannya untuk menjadikan anak-anak itu sosok yang patut diperhitungkan khususnya di bidang ini, hasilnya dapat terlihat, anak didiknya ada yang menjadi juara olimpiade, dosen, dll.

Ratu Amina Zaria, Mujahidah di bidang militer (16/12)
Hidup di abad 16, dikenal brilian dalam memimpin pasukan. Usia 16 tahun Aminah memimpin wilayah Zazzau, kepercayaan itu diberikan ibunya Ratu Bakwa. Aminah piawai dalam menerapkan taktik perluasan wilayah. Dibawah kepemimpinannya Kota Zaria menjadi pusat pemerintahan Zazzau menjadi kota utama di Nigeria Utara.

Maizidah Salas, Perjuangan baru dimulai (17/12)
Sosok ini aktif di dunia Buruh migrant berdasarkan pengalaman menjadi buruh migrant yang dieksploitasi baik oleh pihak agen dan majikan, dirinya merasa terpanggil untuk membantu rekan-rekan supaya tidak senasib dengannya.

Umiyati Berdiri di tengah perang batu remaja Johar baru (Kompas, 22/12)
Umiyati (50 tahun) hanyalah seorang ibu rumah tangga yang ‘gerah’ dengan tawuran remaja yang telah mengakar didaerahnya. Dirinya memilih berdiri ditengah-tengah massa remaja yang tawuran hanya dengan semangat menghentikan tawuran yang kerap terjadi tanpa rasa takut.

Kesih, bidan Pemberdayaan Masyarakat (Kompas, 30/12)
Bidan desah Mekarjaya, Kec. Arjasari, Kabupaten Bandung. Mengabdi disebuah desa yang 915 warganya adalah buruh tani dan pekerja serabutan. Masalah ekonomi menjadi masalah utama bagi masayarakat desa yang terletak di kaki GUnung Malabar ini. Melihat itu Bidan kesih pun membangun Koperasi Bunda Lestari, selain untuk membantu pembiayaan ibu-ibu yang melahirkan tetapi juga untuk membantu pemberdayaan perempuan desa tersebut untuk produksi.

Zubeida binti Jafar, Wanita di balik kegemilangan Abbasiyah (Republik, 2/12)
Istri Khalifah ke lima Dinasti Abbasiyah Harun al Rasyid ini memainkan peran penting dalam pemerintah Sultan Harun, semua pendapat atau usulan yang dilontarkan senantiasa tepat dan bijak, sehingga selain dicintai suami Ratu Zubeida juga dicintai rakyat karena selalu memperhatikan kebutuhan mereka.

Diplomasi Sepakbola Wieke
Duta besar RI untuk kerajaan Spanyol Adiyatwidi Adiwoso Asmady (Wike) ini berbeda, beliau melakukan diplomasi melalui sepakbola, hal yang sangat jarang terjadi. Menurutnya melalui bola dapat mendidik anak untuk lebih mengedepankan kesetiakawanan, kerja sama, toleransi, sekaligus membangun rasa optimisme pada masa depan. Maka Wike memutuskan untuk melakukan kerjasama dengan Real Madrid (salah satu Klub Sepak bola terkenal di Spanyol) untuk pembangunan sekolah sepak bola di Indonesia. Hasilnya melahirkan nota kesepahaman antara Real Madrid dengan YPOSI yang ditandatangani tgl 15 Desember 2011, untuk wilayah bencana yaitu Banda Aceh, Sidoarjo, Yogyakarta, Samarinda, jayapura, Makssar dan Banjarmasin.

PEREMPUAN
Perang Melawan Kematian Ibu Anak (5/12)
NTT menggalakkan program menurunkan angka kematian Ibu dan anak melalui program revolusi KIA. Beberapakan gerakan perubahan yang menarik dilakukan diantaranya pemasangan bendera (Hijau, Kuning dan Merah berdasarkan usia kehamilan) di rumah-rumah warga yang kehamilannya dinilai rawan. Selain itu program revolusi KIA juga menyediakan rumah tunggu bagi ibu mengandung yang kondisinya rawan, rumah tunggu itu berlokasi dekat dengan tempat pelayanan kesehatan, sehingga ibu hamil yang rumahnya jauh bisa pindah sementara ke rumah tunggu itu hingga melahirkan.

Kurikulum Bias Jender, Ubah Pola Pikir Untuk Atasi Kesenjangan (Kompas, 20/12)
Kesenjangan dan persepsi bias jender masih terjadi meski Indonesia telah focus dan mengintegrasikan sosialisasi pengarusutamaan jender sepuluh tahun terakhir. Semua itu terjadi selain karena faktor norma dan budaya yang masih kuat, kurikulum pendidikan yang ada juga belum mendorong kesetaraan jender.

Kesetaraan Jender Perlu Kebijakan Afirmasi (Kompas. 21/120
Untuk mencapai kesetaraan jender, Negara harus melakukan intervensi dengan mengeluarkan kebijakan afirmasi (kebijakan yang bersifat mendorong). Harus ada skenario yang direncanakan matang. Tetapi semuanya tergantung pada komitmen politik pemerintah yang ada. 

Penuhi Hak Perempuan (Kompas, 22/12)
Harus menikah, punya anak dan patuh kepada suami, sebagian perempuan meyakini tiga hal itu menyempurnakan kodratnya sebagai perempuan. Perempuan memilih menafikan hak seksual dan reproduksi perempuan dari pada harus menanggung malu atau dipermalukan karena tidak dapat memenuhi tiga hal itu. Padahal dalam piagam hak seksual dan reproduksi perempuan yang dihasilkan dalam konferensi perempuan Internasional di Beijing (1995) salah satunya berbunyi “hak untuk menikah atau tidak dan membentuk keluarga bagi perempuan” sehingga tidak boleh dipaksakan atau merasa terpaksa.

Jalur perseorangan untungkan perempuan (Kompas, 6/12)
Diperbolehkannya calon perseorangan dalam pemilihan umum kepala daerah di Aceh memungkinkan perempuan calon pemimpin berpartisipasi dalam pilkada. Hal itu karena jalur partai politik relatif jauh lebih sulit ditembus perempuan karena kuatnya kultur patriarki didalamnya.

Tanpa perempuan tak ada pembangunan (Kompas, 23/12)
Tanggal 22 desember, dunia merayakannya sebagai hari ibu. pada waktu bersamaan bank dunia meluncurkan laporan tahunan bertema kesetaraan gender, isinya menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan disertai bukti dari sejumlah Negara berkembang dan maju yang menunjukkan pentingnya peran perempuan didalamnya.   

Perempuan Saudi berhak ikut pemilu (Republika, 30/12)
Perempuan Arab Saudi berhak ikut pemilihan umum tanpa perlu meminta persetujuan dari wali laki-laki. Hak mengikuti pemilu bagi perempuan ini akan berlaku pada pemilu 2015 nanti. Perubahan itu merupakan langkah penting bagi penghapusan berbagai pembatasan yang diterapkan Kerajaan Saudi terhadap perempuan selama ini. Raja Abdullah terus mendorong sejumlah perubahan bagi hak-hak perempuan. Namun harus dilakukan hati-hati agar tidak berlawanan dengan ulama yang tidak setuju dengan perubahan sosial, karena kepemimpinan raja dibangun berdasarkan dukungan religius.

PENDIDIKAN
Sentralisasi Pendidikan (10/12)
Mengatasi masalah distribusi dan peningkatan mutu pendidikan, pemerintah memutuskan mensentralisasi pengelolaan guru. Padahal masalah ketidakmerataan guru muncul bukan disebabkan oleh desentralisasi, melainkan sikap pemerintah yang sering kali menggampangkan urusan pendidikan. Terbukti dengan adanya rencana kebijakan mensentralisasikan pengelolaan guru melalui surat keputusan bersama lima menteri terkait, hal itu menunjukkan “cara mudah” menangani pendidikan.

Desentralisasi Pendidikan
Tulisan ini menanggapi tulisan dan mendukung tulisan “Sentralisasi Pendidikan”. Desentralisasi menurutnya merupakan pilihan yang tepat untuk menyelesaikan masalah pendidikan di negeri ini. Pemerintah cukup menjadi pengawas dan penyedia dana. Diharapkan dengan desentralisasi dapat menjamin setiap anak Indonesia berkesempatan belajar secara sungguh-sungguh untuk mengaktualisasikan dirinya dan setiap TSP melaksanakan tugasnya secara benar untuk menentukan apa yang diajar sesuai MBKB muridnya, mematok standar kelulusan sendiri, menerapkan manajemen berbasis sekolah termasuk kesejahteraan staf dan pengembangan sekolah itu sendiri.

KELUARGA
Sulitnya mempertahankan biduk rumah tangga (Republika, 16/12)
Sendi-sendi rumah tangga pasca reformasi terasa kian longgar dikatakan wakil menteri Nasarudin Umar. Pasca reformasi angka perceraian melebih 10% dari angka pernikahan yang pertahunnya sekitar 2,5 juta. “Jangan ngomong besar tentang Negara ideal kalau hal ini dibiarkan terjadi, sulit membangun negara ideal diatas rumah tangga yang berantakan.” Masyarakat itu sendinya keluarga. Kalau ingin masyarakat kuat, keluarga harus kuat”.

PA Jangan cepat ketok palu (republika, 16/12)
Pengadilan Agama, dirasa perlu untuk mewujudkan keluarga sakinah, maka mediator sangat diutamakan dalam penyelesaian masalah pernikahan. Ditjen Bimas Islam kementerian agama, sedang menggodok berbagai upaya dan langkah untuk melahirkan keluarga sakinah di tengah-tengah masyarakat. 

Perlu Pendidikan Pra-Nikah (Republika, 16/12)
Menciptakan keluarga sakinah untuk melahirkan generasi yang dapat diperhitungkan menjadi diskusi hangat di kalangan akademisi dan pemerintah. Salah satu upayanya adalah kegiatan pendidikan Pra Nikah akan digalakkan. Pemahaman tentang bagaimana mereka harus hidup ke depan harus dimiliki oleh calon suami istri. Kegiatan ini kedepan akan dibuat standar nasional tentang cara membangun keluarga sakinah.

KEBERAGAMAN/MULTIKULTURALISME
Dialog Agama perlu ditingkatkan (1/12)
Dialog antar umat beragama terutama tiga agama yang memiliki akar sama ibrahim (Islam, Protestan dan Katolik) sangat penting dilakukan. Dengan dialog dan kerjasama yang dibangun antara tokoh agama, diharapkan dapat diarahkan untuk menghadapi persoalan bersama yaitu kemiskinan, kebodohan, korupsi, keterbelakangan, hingga masalah yang berkaitan dengan kerusakan ekonomi.

Kerukunan Umat Beragama Jadi Perhatian (7/12)
Kerukunan umat beragama di Tanah Air menjadi salah satu perhatian utama MUI sepanjang 2011. Ketua MUI merasa perlu adanya UU bersifat mengikat dan kuat untuk mencegah terjadinya potensi konflik antar umat beragama.

Selesaikan masalah pendirian rumah ibadah (republika, 22/12)
Pendirian rumah ibadah yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia menjadi masalah bersama. Ketua MUI menegaskan penyelesainya harus melibatkan tiga pilar, yakni majelis agama, pemerintah dan penganut agama itu sendiri. Didalam masyarakat majemuk yang didalamnya banyak agama, peraturan itu sangat penting untuk dilihat kembali, karena peraturan yang sudah ada tidak memiliki sanksi bagi pelanggarnya.

Intoleransi meningkat tajam, Institusi pelanggar terbanyak (Kompas, 30/12)
Hasil penelitian The Wahid Institute memaparkan selama tahun 2011 telah terjadi peningkatan pelanggaran kebebasan beragama sebesar 18% dari tahun sebelumnya. Institusi Negara tercatat menjadi pelaku pelanggaran kebebasan beragama yang paling banyak.

Menag : Kerukunan Umat Beragama baik (Republika, 30/12)
Menteri agama Suryadharma Ali menilai sepanjang 2011 kerukunan umat beragama di tanah air baik. Hubungan internal agama atau antarumat beragama bersifat dinamis, Ketegangan yang terjadi lebih cenderung dipicu oleh kekerasan murni, kendala izin mendirikan bangunan rumah ibadah dan insiden yang dipengaruhi faktor politik. 

Penyadaran Masyarakat, Radikalisme bukanlah kultur bangsa Indonesia (Kompas, 5/12)
Dalam rangka melindungi warga dari ajaran sesat dan dokrin radikal, pemerintah harus mengambil langkah jihad baru, yakni deradikalisasi. Masyarakat juga harus dipahamkan bahwa radikalisme bukanlah kultur bangsa. Penanggulangan teroris harus melibatkan kiai dan nyai. Dan untuk menciptakan lingkungan yang toleran dan melindungi anak-anak, peran ibu sangat diharapkan, ibu harus lebih memiliki sensitivitas atau deteksi dini pada prilaku anaknya, sebab ibu memiliki kedekatan yang lebih baik kepada anak-anaknya.

Ulama dituntut berperan aktif
(Republika, 14/12)
Peran serta ulama merupakan cerminan dari ajaran Islam yang universal. Posisi ulama pada era globalisasi dan reformasi dihadapkan dengan berbagai tantangan. Ulama harus tetap menjadi panutan dan teladan, tidak hanya rujukan di bidang agama, tetapi dituntut mampu memberi contoh baik dalam kehidupan sosial bermasyarakat, pendidikan maupun ekonomi.

HUKUM ISLAM
Walikota di desak undangkan Qanun Akidah (Republika, 14/12)
Qanun Akidah Akhlak belum dapat diundangkan menjadi Peraturan Daerah karena belum ditandatangani Walikota Banda Aceh. DPRK mendesak untuk segera ditandatangi karena Qanun yang disusun merupakan salah satu upaya preventif terhadap perkembangan akhlak generasi muda di Banda Aceh, selain itu dengan keberadaan Qanun mengamanahkan pembentukan Komisi Akhlak dan Akidah yang akan menjadi wadah untuk meningkatkan akhlak dan akidah di tengah-tengah masyarakat.

Menyaksikan istri melahirkan
(Republika, 25/11)
Hukum suami menyaksikan proses istri melahirkan menurut Syekh Al Qaradhawi hukumnya Mubah, kecuali mengakibatkan kerugian material atau spiritual, hukumnya jadi berbeda. Meski ada beberapa kalangan menganggap makruh melihat kemaluan istri, tetapi ada hadis shahih yang menyebutkan tentang dibolehkannya seorang suami melihat kemaluan istrinya.

Fikih Muslimah, Boleh memandang laki-laki, asal…..(Republik. 2/12)
Menurut Ulama asal mesir Dr Syekh Yusuf Al Qaradhawi, aurat laki-laki itu haram dilihat, baik oleh perempuan maupun sesama laki-laki. Sedangkan bagian tubuh yang tidak termasuk aurat laki-laki boleh dilihat selama tidak disertai syahwat atau dikhawatirkan terjadinya fitnah.

Konsultasi Agama; ‘Berlaku adil dalam poligami’ (Republika, 20/12)
Ustad Bachtiar Nasir menjawab, definisi adil dalam pernikahan poligami berupa pembagian dalam urusan nafkah, pakaian, dan bermalam. Soal hati manusia tidak mampu berlaku adil didalamnya dan hal itu termasuk wilayah yang dimaafkan Allah

TENAGA KERJA INDONESIA
Kantong TKI di Lumbung Padi (Kompas, 29/12)
Kabupaten Indramayu dan Cirebon di Jawa Barat terkenal sebagai pemasok calon tenaga kerja Indonesia, padahal dua kabupaten tersebut termasuk lumbung padi nasional di pantai utara. Hal ini menunjukkan pemerintah di dua wilayah itu kurang serius menciptakan lapangan kerja, sehingga menjadikan warganya banyak eksodus menjadi TKI.

Buruh Migran, mengejar nasib ke negeri orang (Kompas, 1/12)
Kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja membuat ribuan orang terpaksa mencari pekerjaan ke luar negeri. Jalur illegal menjadi pilihan yang menggiurkan bagi sebagian besar TKI, gaji yang utuh tanpa potongan menjadi hal yang menggiurkan. Dibandingkan melalui jalur legal yang harus berhadapan dengan banyaknya potongan sehingga bekerja satu tahun bahkan 20 bulan masih belum bisa menerima gaji, karena masih harus melunasi biaya pemberangkatan yang dibayari agen, sponsor, dsb.

Antara HAM dan HIV (Kompas, 1/12)
15 tahun terakhir kita menyaksikan kemajuan pesat dalam pengobatan, pencegahan dan layanan kesehatan untuk orang dengan HIV dan Aids. Kekhawatiran para ahli 8 tahun lalu bahwa akan muncul ‘gelombang kedua’ wabah AIDS yang menyapu kawasan Asia dan Pasifik ternyata tidak terjadi, bahkan laju infeksi menurun 20%. Perspektif HAM sangat penting dalam penanggualangan HIV/AIDS. Akses pada tes dan pengobatan serta pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual adalah hak yang harus diberikan kepada semua orang agar terhindar dari resiko penularan dan kematian. Dengan perspektif HAM juga mengharuskan kehadiran Negara sebagai pihak yang bertanggungjawab agar akses-akses di atas terbuka bagi masyarakat.

_________________________________

DAFTAR ISI

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
Kemunduran Membayangi Kemajuan (Kompas, 23/12)      1
Kasus Kekerasan Makin Terungkap (Kompas, 23/12)      3
Tersimpat rapat dalam ingatan (Kompas, 9/12)      4
Kekerasan Seksual bukan persoalan di bawah karpet (Kompas 9/12)      6
KDRT, Kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat (Kompas, 10/12)      8
Perlindungan Negara masih lemah (Republika, 23/12)      9

TOKOH PEREMPUAN
Puskesmas Matematika Bu Yan (Republika, 19/12)     11
Ratu Amina Zaria, Mujahidah di bidang militer (16/12)     12
Maizidah Salas, Perjuangan baru dimulai (17/12)     14
Umiyati Berdiri di tengah perang batu remaja Johar baru (Kompas, 22/12)     17
Kesih, bidan Pemberdayaan Masyarakat (Kompas, 30/12)     18
Zubeida binti Jafar, Wanita di balik kegemilangan Abbasiyah (Republik, 2/12)     20
Diplomasi Sepakbola Wieke     22

PEREMPUAN
Perang melawan kematian ibu anak (5/12)     24
Kurikulum bias jender, ubah pola piker untuk atasi kesenjangan (Kompas, 20/12)     27
Kesetaraan jender perlu kebijakan afirmasi (Kompas. 21/12)     28
Penuhi Hak Perempuan (Kompas, 22/12)     29
Jalur perseorangan untungkan perempuan (Kompas, 6/12)     31
Tanpa perempuan tak ada pembangunan (Kompas, 23/12)     32
Perempuan Saudi berhak ikut pemilu (Republika, 30/12)     34

PENDIDIKAN
Sentralisasi Pendidikan (10/12)     35
Desentralisasi Pendidikan     37

KELUARGA
Sulitnya mempertahankan biduk rumah tangga (Republika, 16/12)     39
PA Jangan cepat ketok palu (republika, 16/12)     42
Perlu Pendidikan Pra-Nikah (Republika, 16/12)     45

KEBERAGAMAN/MULTIKULTURALISME
Dialog Agama perlu ditingkatkan (1/12)     47
Kerukunan Umat Beragama Jadi Perhatian (7/12)     48
Selesaikan masalah pendirian rumah ibadah (republika, 22/12)     49
Intoleransi meningkat tajam, Institusi pelanggar terbanyak (Kompas, 30/12)     51
Menag : Kerukunan Umat beragama baik (Republika, 30/12)     52
Penyadaran Masyarakat, Radikalisme bukanlah kultur bangsa Indonesia 
(Kompas, 5/12)     53
Ulama dituntut berperan aktif (Republika, 14/12)     54

HUKUM ISLAM
Walikota di desak undangkan Qanun Akidah (Republika, 14/12)     56
Menyaksikan istri melahirkan (Republika, 25/11)     57
Fikih Muslimah, Boleh memandang laki-laki, asal…..(Republik. 2/12)     58
Konsultasi Agama; ‘Berlaku adil dalam poligami’ (Republika, 20/12)     60

TENAGA KERJA INDONESIA
Kantong TKI di Lumbung Padi (Kompas, 29/12)     61
Buruh Migran, mengejar nasib ke negeri orang (Kompas, 1/12)     63

Antara HAM dan HIV (Kompas, 1/12)     65


Kritisi UU Pendidikan dan RUU KUB

Apa yang Terjadi Bulan Nopember 2011 ? Kritisi UU Pendidikan dan RUU KUB menjadi tema yang hangat dibicarakan pada bulan Nopember 2011. Beberapa isu lain yang berhasil kami rangkum dari dua surat kabar nasional Kompas dan Republika diantaranya Pendidikan dan Pesantren,  Tokoh Perempuan, Rancangan Undang-Undang Kerukunan Umat Beragama, Keberagaman, Jihad & Radikalisme

Tokoh Perempuan yang diangkat diantaranya : Aisha Al Adawiya, mewakili muslimah AS di PBB; Zeynep Fadillioglu, Wanita Pertama Perancang Masjid; Anousheh Ansari, Muslimah Pertama ke luar Angkasa; Murniati, Merangkul siswa, memulihkan hutan mangrove

Perumusan RUU KUB juga sangat hangat dibicarakan, untuk menciptakan kedamaian di negeri ini.  Peran pesantrenpun kerap disinggung baik untuk mensosialisasikan tentang kemajemukan maupun untuk deradikalisme yang masih terus berkembang.

Isu lainnya yang patut kita ketahui di bulan Nopember ini diantaranya ; Kekerasan dimana Perempuan masih sulit mengakses keadilan, HIV/AIDS Tahun 2011 ternyata seks bebas menjadi sumbangsi terbesar di 5 tahun terakhir, pertentangan LAZ vs UU Zakat yang berujung pada uji materil, Moratorium TKI yang tidak efektif, Program Bentengi Anak dengan Alquran menjadi inceran pemerintah daerah, Fikih Muslimah yang membahas tentang Akikah untuk Anak Perempuan , dan Fikih tentang Mengabarkan Pernikahan.

PENDIDIKAN dan PESANTREN
Utomo Dananjaya, mengkritisi tentang pelaksanaan UN (yang dilaksanakan berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional No. 47/2007) karena tidak hanya bertentangan dengan UU No. 20/2003 dan Keputusan Mahkamah Agung tanggal 19 September 2009 tetapi juga telah terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia atas pendidikan dan perkembangan psikologi anak. Karena tidak ada aturan tentang UN dalam UU Sisdiknas, melainkan mengatur tentang evaluasi untuk pengendalian mutu dan memantau proses pendidikan siswa.  Realitasnya pelaksanaan UN saat ini tidak memandang keunikan masing-masing individu.

Dengan judul “Jangan berbohong untuk pendidikan” Penulis Sidharta Susil, pendidik di Yayasan Pengudi Luhur, Magelang mengajak kita mengaca kepada tragedi pendidikan di Malawi, salah satu Negara miskin di Afrika yang menggratiskan pendidikan tetapi tidak memperhatikan mutu dan infrastruktur pendidikan itu sendiri. Akhirnya melahirkan generasi lebih bangga hidup seperti orang Eropa atau Amerika dibandingkan sebagai orang Malawi. Maka Keputusan Mahkamah Konstitusi untuk mengembalikan hakikat Negara “wajib memberikan perhatian kepada lembaga pendidikan berbasis masyarakat atau swasta”, tidak ada lagi akal-akalan Negara terhadap nasib lembaga pendidikan khususnya swasta.

Diversifikasi program pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia kembali menjadi perhatian. Harapannya para santri tidak hanya berkutat pada pendalaman agama, tetapi juga didorong untuk menguasai keterampilan. Sehingga kader pesantren tidak hanya fasih dibidang agama tetapi pada saat yang sama mampu mandiri.

Muhammadiyah diusianya yang 102 tahun ini memutuskan dan memantapkan untuk memperkuat lembaga pendidikan mereka sebagai mana yang telah diperjuangkan Ahmad Dahlan. Pendidikan Muhammadiyah akan fokus pada memperbaiki mutu menjadi sekolah yang kreatif dan inovatif, selain itu nilai-nilai agama yang diajarkan dapat diterjemahan ke dalam kehidupan dan memecahkan permasalahan yang ada ditengah masyarakat.

TOKOH PEREMPUAN
Aisha Al Adawiya, mewakili muslimah AS di PBB
“Muslimah bukan sekadar pendamping hidup pria muslim. Muslimah seharusnya memiliki pemikiran-pemikiran untuk maju dengan mengeskplorasi segala kemampuannya” begitu jawaban beliau saat ditanya mengenai peran muslimah seharusnya dalam keluarga dan masyarakat.

Zeynep Fadillioglu, Wanita Pertama Perancang Masjid
Masjid Sakirin , yang resmi dibuka Mei 2009 di Istambul, Turki merupakan rancangannya. Zeynep menyediakan ruang bagi jamaah wanita yang sama besar dan indahnya dengan ruang jamaah pria, untuk menunjukkan bahwa muslimah memiliki hak serta fasilitas yang sama dengan pria. Pembangunan mesjid ini juga menahbiskan dirinya sebagai perempuan Turki pertama yang membangun rumah ibadah.

Anousheh Ansari, Muslimah Pertama ke luar Angkasa
Perempuan berusia 45 tahun asal Iran ini, menjelajah AS sejak remaja, Gelar Master Teknik Eletro dari George Mason University memberi jalan untuk bekerja di sebuah perusahaan listrik raksasa, MCI. Tahun 1993 Ansari bersama suami mendirikan perusahaan sendiri. September 2006, Ansari kian popular di AS, bukan karena bisnisnya tetapi penerbangannya ke luar angkasa, dialah muslimah pertama yang melancong ke antariksa.

Murniati, Merangkul siswa, memulihkan hutan mangrove
Guru honorer di Sekolah Dasar Negeri 28 Kepulauan Tanakeke, Sulawesi Selatan ini memulai merintis, memobilisasi dan mendampingi para siswa menanam bakau sejak tahun 2007. Latar belakang kehidupan daratan tidak menyurutkannya untuk mengajak siswa untuk mensuburkan kembali hutan Mangrove, hanya dengan mendengarkan celoteh siswanya (yang sangat memahami kondisi) beliau belajar cara menanam dan memilih bibit bakau yang bagus untuk ditanam, hingga saat ini telah tertanam mangrove lebih dari 1000 batang pohon.

RANCANGAN UNDANG-UNDANG KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
RUU Kerukunan Umat Beragama dari Komisi VIII DPR menuai kritik tajam. Berdasarkan kajian Setara Institute, RUU itu punya semangat segregatif, mengotak-otakan masyarakat sesuai agama dan keyakinan. RUU itu bersemangat memisahkan kelompok-kelompok masyarakat berdasarkan agama agar tidak saling bersentuhan. Sejumlah Pasal dalam Draft RUU KUB yang dikritisi antaranya Pasal 17, Pasal 24, Pasal 25, Pasal 33, Pasal 41, Pasal 44.

Melihat itu MUI telah menyiapkan naskah akademik untuk masukan perumusan RUU KUB, usulan paling mendasar dalam naskah tersebut adalah penyebaran agama dan pendirian rumah ibadah, dengan prinsip keutamaan memelihara kemajemukan.

Konflik sosial termasuk konflik bernuansa agama, merupakan realitas yang pernah dan mungkin akan terus terjadi di Indonesia. Namun pemerintah dan juga agamawan seperti enggan mengakui itu. Bahkan RUU yang sedang dibahas Komisi IX DPR tentang penanganan konflik sosial, melihat agama sebagai salah satu sumber konflik social. Begitu pendapat Rumadi, Peneliti Senior Wahid Institut.

KEBERAGAMAN
“Selama ini saya dididik untuk menghormati semua agama. Tapi ketika anda mempersoalkan hijab berarti merendahkan keyakinan dan agama saya”. Begitu paparan Suhad Hasan, WN AS beragama Islam tentang pengalaman getir menghadapi diskriminasi didunia kerja karena jilbab yang ia kenakan dan keyakinan.

Sebuah penelitian sosial bertema “How Islamic Are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada diurutan pertama Negara yang paling Islami diantara 208 negara, sedangkan Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam berada di urutan ke-140. Pertanyaan dasar dalam penelitiannya ini seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat muslim dalam kehidupan bernegara dan bersosial?. Komarudin Hidayat membahas tema ini.

Modal ideologis yang kuat dimiliki pesantren, seperti sikap toleran, keseimbangan, keadilan dan moderat. Menjadikan pesantren potensial diposisikan sebagai mediator, wadah dialog antarumat beragama. Agar dapat menyentuh akar rumput dan efektif, dialog yang dilakukan mengangkat masalah riil dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat seperti isu  ekonomi, pendidikan, dan kesehatan sehingga tidak hanya berputar pada isu eletis yang selama ini terjadi.

JIHAD & RADIKALISME
Pesantren diharapkan menjadi ujung tombak program deradikalisasi, upaya mementahkan pertumbuhan pemahaman keagamaan garis keras di Indonesia. Dengan dasar jumlah pesantren yang banyak, dan memiliki pengaruh besar serta memiliki sistem pengajaran keislaman yang lebih membumi pada santri dan masyarakat, maka peran itu sangat tepat, Agus Surya Bakti memaparkan dalam lokakarya di Jakarta(1/11)

Menurut Muh. Taufiqurrohman, analisis senior dari The Nanyang Technological Universituy, Singapura menjelaskan setidaknya ada 73 pesantren yang tergolong radikal dan tersebar di Jawa tengah, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumbawa, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Lampung. Pesantren tersebut dimasukan kategori radikal karena mengembangkan ideology antidemokrasi, mengafirkan pemerintah Indonesia dan mengajarkan jihad kekerasan serta pelatihan militer menjadi ekskul di pesantren-pesantren tersebut

Dalam berbagai diskusi di Tanah Air terungkap bahwa penanganan terorisme melalui penegakan hukum selama ini tidak menyentuh akar permasalahan. Perekrutan terus terjadi dan dimana saja, termasuk penjara. Pemerintah berupaya memotong langkah mereka, dengan pendekatan lunak berupa kegiatan deradikalisasi, tetapi sebelum melangkah jauh, kegiatan ini dihujani kritik tajam, terakhir oleh MUI Solo menyebut bahwa deradikalisasi sebagai proyek terselubung menghapus konsep jihad, ajaran pokok Islam.

Salah satu kitab tentang Jihad karya ulama klasik yang masih terdokumentasi dengan baik adalah Ahkam Al Jihad wa Fadhiluhu yang ditulis Izzuddin Abd Al Aziz Ibn Abd As Salam Al Sulami . Kitab itu ditulis sebagai bentuk respon ulama dan agamawan untuk menjawab ekspansi dan agresi militer yang dilancarkan penjajah. Akibat pandangannya itu, beliau dicekal tidak boleh berkhotbah lagi di Mesjid Jami Al Umawi dan kemudian diasingkan ke Mesir hingga menghembuskan napas terakhirnya disana.

NU sebagai salah satu Organisasi Islam yang besar di Indonesia akan memasyarakatkan secara intensif resolusi jihad yang dicetuskan pendiri NU. Salah satunya memberikan pemahaman yang utuh tentang makna jihad. Pelurusan makna jihad penting menyusul ancaman radikalisme dan terorisme, begitu paparan Katib Am Suriah PBNU.

LAIN-LAIN
Kekerasan, Perempuan sulit akses keadilan
Sudah puluhan tahun perempuan korban kekerasan di Indonesia sulit mendapatkan akses keadilan. Untuk menjembatani itu Komnas Perempuan bersama Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia, kementerian Pemberdayaan dan perlindungan Anak dan Perhimpunan Advokat Indonesia membuat nota kesepahaman bersama. Salah satu isinya pembuatan modul pendidikan bersama agar dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan lebih memiliki perspektif HAM dan Jender.

HIV/AIDS Tahun 2011, Seks Bebas Dominasi Penyebaran
Menurut Data KNPA, penyebaran HIV/AIDS berubah dalam 5 tahun terakhir. Penyebab transmisi tertinggi adalah seks bebas (76,3%) dan jarum suntik (16.3%). Secara kumulatif kasus AIDS hingga Juni 2011 mencapai 26.483 kasus.

LAZ Siapkan Uji Materiil UU Zakat
Langkah ini ditempuh karena UU tersebut dapat menjadi lonceng kematian bagi pengelolaan zakat ke depan. Disisi lain Amelia Fauzia Peneliti UIN menyatakan UU Zakat yang baru telah menempatkan pemerintah sebagai pelaku monopoli zakat masyarakat, dimana kalau dibiarkan akan terjadi aneksasi wakaf.

Moratorium TKI tidak efektif
Hingga kini masih banyak TKI yang masuk dan bekerja di Negara-negara yang terkena moratorium. Kebocoran moratorium dipastikan mengarah pada kegiatan perdagangan manusia. Pencegahan yang dapat dilakukan pemerintah antara lain dengan penegakan hukum yang ketat di dalam negeri, dan pemerintah harus memberi kontribusi untuk penempatan TKI di luar negeri, karena selama ini biaya dibebankan kepada pegguna.

Bentengi Anak dengan Alquran
Dalam pembukaan MTQ di Padang, Gubernur Sumatera Barat menyatakan salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah Sumatera Barat saat ini adalah menumbuhkan gerakan magrib mengaji, selain menghidupkan kegiatan agama di mushalah dan masjid.

Fikih Muslimah, Akikah untuk Anak Perempuan
“Tidak ada larangan untuk menyembelih kambing lebih dari yang diterapkan, yakni seekor untuk anak perempuan dan dua ekor untuk anak lelaki. Batasan itu adalah standar minimal” papar Nasarudin wakil menteri Agama.

Mengabarkan Pernikahan
Dr. Abd. Al Qadir Manshur dalam buku Pintar Fikih Wanita mengatakan, berdasarkan tuntunan Rasulullah cara mengabarkan pernikahan antara lain mengundang sanak kerabat dan teman dekat untuk menghadiri akad nikah, mengadakan akad nikah di Mesjid, serta menggelar hiburan berupa rebana, nyanyian, tarian, juga pesta pernikahan pada malam harinya. Kemudian muncul pertanyaan bagaimana dengan nikah sirri, Imam Syafii, Imam Manik, Abu Hanifah, Ibnu Qutaibah  menanggapi hal ini.

_______________________________________

DAFTAR ISI

PENDIDIKAN & PESANTREN
Evaluasi UU Sisdiknas  (Kompas, 26/11)     1   
Jangan berbohong untuk pendidikan  (Kompas, 25/11)     3
Perkaya Program Pesantren (Republika, 29/11)     5
Muhammadiyah perkuat lembaga pendidikan (Republika, 9/11)     7
Muhammadiyah, 102 Tahun bertahan untuk mencerahkan (Kompas, 12/11)    8
101 tahun Muhammadiyah, Jihad mendidik Bangsa (Republika, 11/11)    9

TOKOH PEREMPUAN
Aisha Al Adawiya, mewakili muslimah AS di PBB (Republika, 11/11)     11
Zeynep Fadillioglu, Wanita Pertama Perancang Masjid (Republika, 4/11)     13
Anousheh Ansari, Muslimah Pertama ke luar Angkasa (Republika, 18/11)     15
Murniati, Merangkul siswa, memulihkan hutan mangrove (Kompas, 11/11)-     17

RUU KUB
Menag : pendirian Rumah Ibadah perlu diatur (Republika,28/11)    19
Kerukunan Beragama, RUU belum jamin kebebasan beragama (Kompas, 15/1)     20
MUI beri masukan RUU KUB (Republika, 30/11)     21
Sejumlah Pasal dalam Draft RUU KUB yang dikritisi (republika, 30/11)     22
Merespon konflik berbasis agama (Kompas, 14/11)     23

KEBERAGAMAN
Kisah Suhad Hasan (Republika, 30/11)     25
KeIslaman Indonesia (Kompas, 5/11)     26
Pesantren bisa selesaikan konflik antarumat beragama (Republika,4/11)     28
Pesantren menjadi Ujung Tombak (Kompas,2/11)     29
Ajak pesantren moderat (Kompas, 3/11)     30
Deradikalisasi Lunak (Republika, 8/11)     31
Ahkam Al Jihad Wa Fadhailuhu, Resolusi Jihad Izzuddin bin Abd As Salam
(Republika, 20/11)     33
Terusir akibat Resolusi Jihad (Republika, 20/11)     36
NU Sosialisasikan resolusi Jihad (republika, 10/11)     37

LAIN-LAIN
Kekerasan, Perempuan sulit akses keadilan (Kompas, 25/11)     38
HIV/AIDS Tahun 2011, Seks Bebas Dominasi Penyebaran (Kompas,22/11)     39
LAZ Siapkan Uji Materiil UU Zakat (Republika, 4/11)     40
Moratorium TKI tidak efektif (Kompas, 23/11)     43
Bentengi Anak dengan Alquran (Republika, 23/11)     44
Fikih Muslimah, Akikah untuk Anak Perempuan (Republika, 11/11)     45
Mengabarkan Pernikahan (republika, 11/11)     47














Ironi UU Zakat dan UU Kerukunan Umat Beragama

Pada Kliping Koran Bulan Oktober 2011, ada beberapa isu yang berhasil kami rangkum dari dua media cetak kami Kompas dan Republika yaitu Masalah Perempuan,Gender dan Islam, Pendidikan, Tenaga Kerja, Kebijakan Pemerintah dan islam secara umum. Kebijakan Pemerintah kali ini banyak memotret UU Zakat dan UU Kerukunan Umat Beragama

Beberapa isu yang terkait dengan Isu Perempuan yaitu : Mendobrak Sekat demi Perdamaian, Megawati : Perempuan Jangan Alergi Berpolitik serta para wanita-wanita tangguh dibidangnya masing-masing yang tampil sangat memikat. Isu lainnya yang berkaitan dengan isu Gender dan Islam diantaranya : Pernikahan Dini, Gagal Penuhi Komitmen ICPID, Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas, Kebijakan Satu Anak Menjadi Bom Waktu dan cerita tentang seorang bidan yang menjadi Penyelamat Ibu dan Bayi.

Isu Pendidikan hanya terdapat dua isu yang terkait Pendidikan yaitu : Jumilah Menjadi “Guru” Setelah Melek Huruf dan Jerman: Mencari Bentuk Pendidikan Agama. Sedangkan isu yang terkait dengan Tenaga Kerja diantaranya : Syarat Pengguna TKI Diperketat, Berti Sarova Mempelopori Pasar Rintis Mantan TKI dan Isu mengenai Moratorium mengenai pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke Malaysia dicabut.

Isu yang terkait dengan Pemerintah diantaranya : Ironi UU Zakat, Pemerintah Inginkan UU KUB, Mengulas UU Fakir Miskin, UU Zakat diberi Catatan dan Menag ingin kesamaan dalam Perayaan Hari Raya besar Umat Islam.

Isu mengenai Radikalisme dan Kebangsaan didalamnya membahas mengenai, Radikalisme : Keluarga Bisa Ikut Mendeteksi, Idiologi : Radikalisme berlangsung diam-diam, Demokrasi dan Radikalisme, Terorisme : Deradikalisasi di Segala Lini, Demokrasi dan Deradikalisasi, Permpuan Berperan Deradikalisasi Agama, Penyeragaman Menjadi Tantangan, Resolusi Jihad, Melawan Lupa, Antara Wahabi dan Isu Terorisme.

Ada empat tema yang dibahas dalam isu Islam secara Umum yaitu : Syariat Bersemi Selepas Musim Semi di Arab, Keistimewaan AL Quds, Islamofobia Masih Kuat serta mengulas mengenai Munas Perhimpunan KB PII.

Perempuan
Cerita tentang kegigihan tiga wanita pemenang Nobel Perdamaian diantaranya: Ellen Jonhson Sirleaf dalam pidatonya mengatakan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian yang diberikan padanya adalah hadiah untuk Rakyat Liberia dan merupakan pengakuan dunia internasional terhadap perjuangan bertahun-tahun demi keadilan, perdamaian, dan pembangunan negara di Afrika barat itu.

Leymah Gbowee. Pada November 2003 Gbowee memimpin para perempuan ke jalan untuk memprotes perang saudara yang berkepanjangan, selain itu dia menganjurkan untuk aksi mogok seks dengan para suami sebagai cara memaksa para suami untuk mengakhiri pertempuran. Dan dia memimpin barisan perempuan berkaus putih dan meneriakkan “Kami, para perempuan Liberia, tak akan lagi membiarkan diri kami diperkosa, disiksa, dianiaya, dilukai dan dibunuh. Anak-anak dan cucu-cucu kami tak akan lagi digunakan sebagai mesin pembunuh atau budak seks. Nobel ini dia persembahkan untuk perempuan pada umumnya dan secara khusus untuk perempuan Afrika.

Tawakkul Karman. Dia disinyalir dekat dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir, kelompok yang dianggap sebagai ancaman terhadap demokrasi oleh berbagai kalangan, namun Tawakkul membuktikan bahwa sejak awal memimpin gerakan ini untuk menumbangkan diktator dan menuntut pemerintah yang demokratis. Tawakkul menyampaikan bahwa penghargaan Nobel ini diberikan untuk seluruh Rakyat Yaman, untuk para martir dan untuk semua alasan kami melawan (saleh) dan geng-nya.

Cerita lainnya datang dari Megawati, dalam peresmian Gedung Megawati Soekarnoputri dan Gedung (HC) Ir H Soekarno di Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, beliau mengatakan bahwa kaum perempuan harus berani tampil menjadi pemimpin,dan seorang mahasiswa harus berpikir dengan jernih, kreatif dan progresif. Megawati menambahkan semoga dengan pemberian gedung dengan namanya itu memberikan dukungan moril, terutama bagi perempuan untuk menjadi pemimpin dan lebih berkiprah dalam membesarkan Indonesia.

Kisah lainnya adalah seorang perempuan yang bernaman Srintil. Dia merupakan tokoh dalam cerpen yang akan difilmkan, menceritakan tentang pemain Ronggeng Dukuh Paruk dengan pertarungan integritas tubuh perempuan melalui tokoh srintil, yaitu siapa pemilik dan bagaimana masyarakat melihat tubuh perempuan. Isu lainnya mengenai KRL yang dihususkan untuk kaum wanita. Yang pada kenyataannya masih saja ada yang masuk dalam gerbong tersebut meskipun tidak banyak jumlahnya.

Kisah lain dari perempuan yang bernama Khaleda Zia Perempuan Tangguh dari Bangladesh yang sangat menginspirasi kita “jika kita ingin memajukan sebuah negara, kita harus memberantas kemiskinan, menggalakan kesadaran pentingnya program keluarga berencana, kita harus memulainya dengan memberi pendidikan untuk para gadis”. Karena ketangguhannya dalam membela kaum papa/lemah, maka khaleda dinobatkan oleh majalah Forbes Sebagai salah satu dari 100 Most Powerful Women.

Sultanah Nur Zahirah, Pendidikan merupakan salah satu bidang yang menjadi fokus perhatian sang permaisuri. Berkat kiprahnya di ranah sosial dan pendidikan ini mengundang perhatian banyak kalangan di Malaysia. Salah satu bukti dari perhatian itu adalah gelar doktor honoris causa bidang manajemen yang dianugerahkan kepadanya dari Universitas Sains dan Teknologi Malaysia Trengganu.

Cristina Fernandez de Kirchner. Dengan suara dari 96 persen TPS, Fernandez mendapat hampir 54 persen suara dengan unggul 36 poin dari saingan terdekatnya. Kandidat sosialis Hermes Binner, dengan kebijakannya menghadapi krisis utang yaitu menasionalisasi pension swasta dan menggunakan cadangan bank sentral untuk meningkatkan belanja pemerintah. Selain itu perbedaannya dengan saingannya adalah “historis” menurut analisis Rosendro Fraga. Fernandez dan suaminya mendapat dukungan dari basis politik peronis, warga berpendapatan rendah dan kelas pekerja. Para descamidos atau “orang tak berpakaian” julukan bagi sekelompok besar warga Argentina yang telantar di era para diktator, tak pernah surut dari kehidupan politik Argentina.

Zainab Al Ghazali Muslimah Pejuang dari Negeri Piramida. Dengan kegigihannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, dia juga memberikan pelajaran kepada kaum perempuan, menerbitkan majalah, mengasuh anak yatim, memberikan bantuan kepada keluarga miskin, dan mendamaikan perselisihan keluarga. Dari segi politik perhimpunan ini berjuang agar Mesir diperintah berdasarkan ajaran Al- Qur’an. Dalam perjuangannya Zainab sempat dipenjara selama 6 tahun tapi itu tidak menyurutkan hatinya untuk mundur.

Pimpinan pusat Aisyiyah menyiapkan panduan program peningkatan motivasi membangun jiwa mandiri berprestasi pada anak berbasis TK AB (Aisyiyah Bustanul Athfal) dan masyarakat, khususnya di sekitar Gunung Merapi. Rencananya setelah penyusunan panduannya selesai akan diadakan sosialisasi yang rencananya berlangsung selama tiga bulan. Dia berharap kedepannya modul ini dapat dikembangkan untuk kepentingan daerah lain terutama dareah yang terkena bencana.

Gender dan Islam
Publik terhenyak ketika beberapa tahun lalu muncul berita pernikahan antara seorang pengusaha dengan anak berusia 12 tahun, masyarakat pun mulai bertanya-tanya mengenai hukum pernikahan dini. Dalam menetapkan fatwa tentang pernikahan dini, Komisi Fatwa MUI berlandaskan pada Alquran, hadis dan pendapat para ahli fikih. Diantaranya Alquran surah an-nisa (4): 6. Sementara dalam hadist lain disebutkan “Barang siapa telah memiliki bekal hendaknya segera menikah karena menikah dapat lebih menahan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa tidak mampu hendaknya ia berpuasa karena puasa baginya merupakan perisai”. ( HR bukhori-Musllim)

Konferensi Internasional mengenai Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) Pada tahun 1994 di Kairo Mesir membahas mengenai hak-hak dan kesehatan seksual dan reproduksi, dan pada tahun 1995 dilaksanakan di Beijing. Pada Konferensi di Beijing aliansi global perempuan berbagai agama dan kebudayaan berhasil memasukkan platform for action: “hak asasi manusia termasuk hak perempuan mengontrol dan memutuskan secara bebas dan bertanggungjawab hal-hal yang terkait dengan seksualitasnya, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi, bebas dari korelasi, diskriminasi dan kekerasan”. Namun pada kenyataannya masih banyak Negara yang belum bisa memenuhi komitmen yang dibuat tersebut. Banyak Negara yang tidak bisa memasukkan unsur-unsur yang menjamin kesehatan reproduksi dan seksual yang menghargai hak-hak reproduksi dan seksual individu. Menurut Saira Shameem dari asia-pasific resource and rearch centre for women, mengapa banyak Negara belum bisa melaksanakannya karena upaya untuk mengangkat hak-hak reproduksi dan seksual dalam kerangka hak asasi manusia harus berhadapan dengan fundamentalisme agama dan ekstremisme.

Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas
Dengan kebijakan yang diterapkan mengenai satu anak bagi warga cina, sekarang mulai menimbulkan fenomena diantaranya sterilisasi masal, aborsi bahkan dilakukan dalam usia kandungan delapan bulan. Jutaan bayi perempuan diabaikan, dibuang, bahkan dibunuh di seantero kota dan perkampungan cina. Selain itu muncul masalah bahwa pada tahun 2050 seperempat penduduk cina akan dipenuhi oleh orangtua berusia lebih dari 65 tahun. Jelas ini akan menjadi masalah karma dalam usia sekitar 60 tahun mereka sudah tidak lagi produktif secara ekonomis dan dengan sendirinya akan menimbulkan problem ekonomi, ekologis dan sosial bagi negeri “ Tirai Bambu ”.

Kisah lain dari negeri sendiri mengenai seorang bidan bernama Robin Lim yang membuka prakteknya di Desa Nyuh Kuning, Ubud-Bali. Robin meyakini bahwa kesuksesan proses persalinan tidak terletak pada kecanggihan alat, tetapi bagaimana pasien diperhatikan dengan penuh kasih sayang.

Pendidikan
Kisah mengenai Jumilah menjadi “Guru” Setelah Melek Huruf, pada tahun 2003 jumilah menjadi kepala divisi usaha dalam kelompok swadaya masyarakat, dalam membuat laporan keuangan dia sering salah menuliskan  angka, dia sering bingung membedakan bilangan ribuan dan puluhan ribu. Dia mulai belajar dari anaknya sendiri meskipun anaknya kadang-kadang suka marah karena sering salah membaca dan rewel karena tanya-tanya terus. Berkat kegigihannya sekarang dia dipercaya mengajar dan merekrut lebih dari 60 anak laki-laki dan perempuan sebagai peserta didiknya.

Isu lainnya masih mengenai pendidikan yaitu, Jerman Mencari Bentuk Pendidikan Agama   moderen yang mampu membangun hubungan antara agama dan kehidupan nyata, menghubungkan nilai-nilai universal Islam dengan pengalaman hidup sehari-hari, sehingga agama menjadi semakin bermakna, membuat orang semakin matang, dan semakin peka.

Tenaga Kerja
Isu yang terkait ketenaga kerjaan terkait dengan pencabutan moratorium mengenai Tenaga Kerja Indonesia dengan Malaysia. Agen Pekerja Rumah Tangga Asing Malaysia siap memperketat syarat bagi calon pengguna jasa tenaga kerja Indonesia. Isi dari nota kesepahaman tersebut adalah: TKI Pekerja Rumah Tangga berhak memegang paspor, berhak libur sehari dalam seminggu, menerima gaji lewat bank, menerima gaji awal 800 ringgit (2,2 juta) per bulan, dan pembentukan satuan tugas gabungan kedua Negara untuk implementasi.

Isu yang kedua terkait ketenaga kerjaan adalah mengenai pencabutan moratorium pertanggal 1 Desember tentang pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Malaysia akan dicabut  karena masih banyaknya warga Malaysia yang membutuhkan tenaga kerja asal Indonesia tapi dengan catatan dan syarat para pengguna TKI memenuhi hak-hak TKI, diantaranya seperti yang sudah dijelaskan diatas yaitu diantaranya mengenai hari libur dan jam kerja.

Isu yang terakhir mengenai mantan TKI yang berhasil membuka usaha di daerahnya. Berti (mantan TKI) menjelaskan orang mau jadi TKI umumnya karena terpaksa, akibat kemiskinan di kampong, karena hanya sebagian kecil TKI saja yang bekerja di negeri orang untuk mencari modal. Padahal setelah kita jalani, berusaha di negeri sendiri hasilnya bisa jauh lebih baik. Kita tak perlu lagi menjadi TKI. Ungkap Berti yang sekarang terlibat sebagai aktivis Serikat Buruh Migran Indonesia wilayah Lampung Timur.

Kebijakan Pemerintah
DPR telah mensahkan RUU zakat menjadi UU Zakat pada tanggal 27 Oktober 2011. antara lain isinya adalah 1) Sentralisasi pengelolaan zakat nasional oleh pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). 2) Peran serta masyarakat dalam pengelolaan zakat nasional melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) dimarginalkan dimana eksistensi LAZ hanya sekedar membantu Baznas. 3) Sumber pembiayaan Baznas berasal dari APBN, APBD, dan hak amil. 4) Menteri Agama melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap Baznas dan LAZ, dan dapat memberikan sanksi administratif atas pelanggaran berupa peringatan tertulis, pembekuan operasi, hingga pencabutan izin. Dengan disahkannya UU zakat justru menjadi kemunduran bagi dunia zakat nasional, karena gagal dalam menjalankan misi utamanya dalam mengoptimalkan potensi dana filantropi Islam yang besar dan perannya yang strategis dalam penanggulan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. UU ZIS semestinya mengokohkan peran Negara dalam memberi perlindungan bagi warga Negara yang membayar zakat, memfasilitasi sektor filantropi Islam untuk perubahan sosial, dan memberi insentif perkembangan dunia zakat nasional. Sedangkan UU ini justru malah mematahkan praktik pengelolaan zakat yang baik sekaligus memarginalkan partisipasi masyarakat sipil dalam penanggulangan kemiskinan dan pembangunan. Marginalisasi LAZ dalam UU ini sangat jelas dan ekplisit. UU mengamatkan bahwa yang memiliki kewenangan atas pengelolaan zakat nasional hanya Baznas, sedangkan pendirian LAZ oleh masyarakat hanya sekedar membantu Baznas. UU ini juga tidak memberikan kejelasan tentang tata kelola yang baik untuk dunia zakat nasional selain itu juga memberikan privilage  secara luar biasa kepada Baznas sehingga menciptakan level of playing field yang tidak sama antara Baznas dan LAZ.

Isu lainnya yang berhubungan dengan pemerintah yaitu, adanya keinginan pemerintah untuk membentuk Undang-Undang tentang Kerukunan Umat Beragama (KUB). Menko Kesra Agung Laksono mengatakan bahwa undang-undang ini sangat penting sebagai rujukan hukum terkait kerukunan , baik dalam preventif (pencegahan) maupun represif. Suryadharma Ali menambahkan, yang akan menjadi pijakan dalam perumusan rancangan undang-undang tentang kerukunan umat beragama nantinya adalah sejumlah peraturan yang saat ini sudah berlaku. Komisi VIII DPR mengatakan bahwa proses pembuatannya sedang berjalan, direncanakan pada November sudah terbentuk panitia kerja.

Isu selanjutnya Mengulas UU Fakir Miskin. Setelah disahkan pada tanggal 21 Juli 2011 lalu menjadi Undang-Undang (UU) No 13/2001, kebijakan ini tetap kurang mendapat perhatian padahal ini merupakan instrumen penting dalam landasan pemerintah, khususnya Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II untuk bekerja mengurangi jumlah fakir miskin di Indonesia. Setelah dua bulan disahkan sampai saat ini belum ada dobrakan yang dilakukan Kementerian Sosial. Hal tersebut dapat dimaklumi karena berbicara mengenai penanganan fakir miskin. UU ini tidak berdiri sendiri, ada UU lain yang besinggungan dengannya, yakni UU No 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, UU No 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial, dan Peraturan Presiden (perpres) No 15/2010 tentang percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Menteri sosial harusnya segera memperkuat fungsi koordinasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah meningkatkan kualitas SDM, menguatkan program, serta meningkatkan anggaran. Dengan berbekal UU Fakir Miskin Kementerian Sosial seharusnya lebih percaya diri untuk menyinergikan program penanganan fakir miskin yang terdapat di 19 kementerian/lembaga, mengkoordinasikan pengelolaan pembiayaan, mengkoordinasikan pencapaian target sasaran, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penanganan fakir miskin.

Isu selanjutnya membahas mengenai UU Zakat. Juwaini memberikan catatan pada pasal 18 yang menyatakan bahwa lembaga amil zakat yang didirikan syaratnya harus berasal dari ormas Islam. Padahal, lembaga yang ada sekarang tidak dari ormas Islam. Jika merunut dari pasal 18 maka badan zakat yang tadinya berbentuk yayasan harus merubah statusnya menjadi ormas Islam.
Isu selanjutnya mengenai perayaan hari raya besar umat Islam yang tahun lalu tidak serentak merayakannya. Menag berencana memanggil semua ormas Islam untuk duduk bersama guna membahas perbedaan penentuan waktu hari raya besar islam.

Radikalisme
Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum Muslimat NU) mengungkapkan, peristiwa terorisme selama 10 tahun terakhir mengesankan Indonesia sebagai negeri sarang terorisme dan radikalisme. Beliau menambahkan bahwa ibu-ibu bisa mendeteksi secara dini mengenai hal ini, dengan melihat perubahan sikap, perilaku, dan gaya anggota kelurga. Selama ini paham radikalisme berlangsung secara diam-diam dan ini menyebabkan aparat pemerintah sulit untuk mendeteksinya.

Demokrasi dan Radikalisme : Demokrasi merupakan peluang bagi kelompok radikal untuk membangun militansi dengan mengecap yang lain sebagai yang kafir, yang iblis atau yang anti agama. Dengan adanya konflik horizontal antar mayoritas dan minoritas jelas membuktikan bahwa demokrasi telah lumpuh. Radikalisme mempunyai hubungan yang erat dengan fundamentalisme, tindakan terorisme berasal dari kelompok fundamentalis. Maka dari itu demokrasi harus mulai mengasah sisi pedang lainnya bernama intoleransi. Intoleransi adalah cara keras demokrasi untuk menghadapi radikalisme. Ada cara yang lebih lunak yaitu kanalisasi yaitu melunakkan konsep lawan untuk tujuan-tujuan demokrasi.

Isu selanjutnya mengenai radikalisme yang timbul dalam pesantren bisa disebabkan oleh unsur internal yaitu kecenderungan penafsiran teks agama yang sempit.  Unsur eksternal yaitu masalah global, seperti modernisasi dan sekulerisme, menjadi penyebab munculnya radikalisme.

Deradikalisme saat ini terjadi disegala lini. Hasil survey mengenai indeks kerentanan radikalisme di Indonesia tahun 2011 mencapai 43,6% dan tahun 2010 sebesar 45,4%. Meskipun indeks tahun 2011 turun, hal itu tetap mengkhawatirkan karena indeks itu jauh dari titik aman 33,3. Masyarakat perlu mewaspadai isu-isu terkait suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang disebarkan kelompok tertentu di suatu daerah.

Selanjutntya Charles Beraf seorang Dosen flores-Ende menanggapi tulisan Donny Gahral Adian “Demokrasi dan Radikalisme, Charles menilai bahwa Donny memberikan penilaian yang pesimistis, simplistik, dan terlampau negative terhadap proses demokrasi di Indonesia. Dia mengatakan sebaliknya bahwa: bukankah demokrasi memungkinkan semakin terbukanya kanal-kanal komunikasi politik, tumbuhnya toleransi terhadap perbedaan partai, agama, suku dan ras.

Perempuan berperan deradikalisasi agama. Menurut Khofifah Indarparawansa, deradikalisasi bukan hanya milik pria tetapi kaum perempuan pun bisa berkontribusi dalam gerakan ini, bahkan kontribusi mereka bersifat tidak terbatas dan berkesinambungan. Terutama kaum ibu memiliki potensi dan kemampuan mendeteksi gejala dan setiap perubahan anak mereka. Para ibu dapat melakukan kedekatan emosional dan komunikasi dengan anak mereka.

Menanggapi pernyataan KH Said yang terkesan menabur angin, mengenai siapa saja yang dianggap sebagai Wahabi. Jika tak dikritisi takutnya menimbulkan ragam penafsiran di masyarakat dan generalisasi terhadap kelompok yang dituduh Wahabi. Stigma Wahabi merujuk pada sosok ulama abad ke-18 bernama Syekh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimy an-Najdi. Gerakan dakwah yang mengusung tajdid dan tashfiyah (pembaruan dan permunian). Faham wahabi baru muncul belakangan, itu pun dengan stigmatisasi oleh mereka yang setuju dengan pemikiran yang diusung dalam dakwah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Di Indonesia sendiri muncul pada ormas-ormas islam seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Persatuan Islam (Persis). Bahkan disebutkan bahwa Tuanku Imam Bonjol pun pernah disebut sebagai pengusung dakwah Wahabi. KH Said Aqil Siradj menjelaskan , kelompok tersebut tak menghargai perbedaan dan mudah memberikan label sesat pada sesama Muslim lainnya. Sama tidak jelasnya dengan pelabelan pada 12 yayasan yang patut diwaspadai sebagai milik Wahabi. Jika merujuk pada banyak kasus yang terjadi di basis NU, kelompok puritan radikal atau Wahabi yang dimaksud KH Said Aqil adalah mereka yang membid’ahkan tahlilan, tawasul, ziarah kubur, Maulid Nabi, dan amaliah lainnya yang menjadi tradisi di kalangan Nahdliyin. Namun terlepas dari itu semua seluruh ormas Islam sepakat bahwa aksi pengeboman di zona damai adalah perbuatan yang diharamkan Islam , apalagi pengeboman yang terjadi ditempat ibadah. 

Islam  secara Umum
Selepas gejolak yang menimpa Negara-nega timur Tengah akhir-akhir ini, menuntun pada pergantian rezim, syariat menjadi pilihan sebagai sumber hukum. Seperti contohnya Negara Libya yang secara terbuka memproklamasikan syariat sebagai rujukan dalam pembuatan hukum. Di Tunisia pun sangat ingin memasukan Islam dalam kehidupan bernegara, meskipun akan menuai hambatan dari kelompok sekuler yang selama ini begitu digdaya. Mesir dan juga Suriah mengakui bahwa Islam adalah sumber hukum mereka.

Keutamaan Al-Quds atau Palestina terdapat dalam Al Quran surat Al Baqarah, mulai dari ayat 142-145, didalamnya mengisahkan bagaimana posisi, argumentasi, manfaat, dan konsekuensi hukum, serta dampak horizontal yang muncul setelah dipindahkannya arah kiblat ke Baitullah, Makkah. Selain dalam AL Quran juga terdapat dalam beberapa hadis Rasulullah. Pada era Shalahuddin itulah muncul beragam kitab yang mencoba menguak tentang keutamaan Al-Quds secara spesifik. Sala satunya ialah kitab Fadhail Al-Quds yang ditulis oleh Abu Al Faraj Abdurrahman Ibnu Ali Ibnu Abu Al. menurut Az-Zajaj, beberapa alasan mengapa Palestina disucikan, antara lain, karena di tempat itu, dosa-dosa kecil bisa dihapuskan, selain itu Al Quds dijauhkan Allah dari segala bentuk dan aktivitas syirik sehingga menjadi tempat singgah para nabi. Dalam hadis dikatakan bahwa daerah pertama yang Allah ciptakan adalah Makkah yang dilindungi oleh para malaikat sebelum Allah menciptakan apa pun selama 10 ribu tahun, lalu Allah menciptakan kota Madinah dan disusul kemudian AL-Quds, dan 10 ribu tahun kemudian Allah menciptakan alam semesta secara keseluruhan. Allah memilih AL-Quds sebagai tujuan Isra Rasulullah, dan dalam riwayat lain disebutkan bahwa Allah melakukan pengawasan terhadap AL-Quds, dua kali tiap harinya.

Menurut Dr Muhamad Iskandar, Islamofobia masih sama kuatnya dengan zaman Hindia-Belanda. Terlihat dari orang Islam itu sendiri yang kadang-kadang sering bersikap fobia terhadap yang bersikap sedikit radikal, yang berani mengungkapkan Islam sedikit-sedikit disebut teroris. Dengan masih kuatnya Islamofobia itu sendiri seringkali memandang gejolak sosial yang terjadi di kita dipandang sama seperti gejolak sosial yang terjadi di dunia Barat. Ini yang tidak disadari oleh beberapa penulis kita untuk melihat dunia Islam itu. Sehingga, kacamatanya persis seperti orang Barat.

Kehadiran PII dimaksudkan untuk menjadi media yang mampu mendorong proses perubahan pandangan, pola dan sikap hidup masyarakat Indonesia. Pada tanggal 7-10 Oktober 2011 Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (Perhimpunan KB PII) menggelar Musyawarah Nasional IV di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kehadiran Perhimpunan KB PII diharapkan dapat memperluas, bukan mempersempit gerakan. []

___________________________

DAFTAR ISI


PEREMPUAN
Adela Khanum Pembawa Perubahan                            1
Malika Tindu Ratu dari Baghdad                                   4
Dwi rubiyanti khofifah Menuntun Perempuan                6
Muslimah Bercadar Calonkan Diri jadi Presiden Prancis      8
Illah Sailah Membangun Harmoni                               10
Akhirnya, Wanita Saudi Mempunyai Hak Pilih               12
Raja Izinkan Perempuan Ikut Pemilu                          13

GENDER dan ISLAM
Saat Perempuan Bepergian                                     14
Pemerkosaan dan Pakain Perempuan                        16

KESEHATAN REPRODUKSI dan SEKSUALITAS
Ketika Caesar Jadi Pilihan                                         18
Haid Pertama akan Tiba                                          20
Desita Berkolaborasi dengan dukun                          22
Kanker Payudara Masih Perlu Sosialisasi                      24
Menyusui Sehatkan Ibu dan Bayi                              25
Yang Belajar, Yang Bercerai                                     26

PENDIDIKAN
Tekan Angka Perceraian, Iran Gencarkan Pendidikan Seks            28
Dorong Pendidikan Agama                                                      29

KEBIJAKAN PEMERINTAH
Fatwa MUI Belum Dipahami secara Luas                        30   
Indramayu Galakkan Gemar Mengaji                             31   
Baca Alquran Masuk Kurikulum SD                               32
Baca Alquran Masuk Kurikulum Disambut Baik                33

RADIKALISME dan KEBANGSAAN
Radikalisme Belum Tersentuh                                    34
Meredam Akar Radikalisme (Habis)                             35
Meredam Akar Rdikalisme (Bagian 1)                          37
Dialog Untuk Atasi Benturan Ketidakadilan                  39
Perang Panjang Terorisme                                       41
Majelis Agama Tolak Terorisme                                  43

ISLAM (UMUM)
Waris Dalam Islam                                           44
Syarat dan Rukun Waris                                   46
Pembagian Harta Waris                                    48
Tafsir Alquran Alternatif                                   49
Belanda Pun Larang Cadar                                53
Amerika Serikat tak Masalahkan Jilbab                 54
Tren Becerai di Musim Lebaran                           56
Toleransi Semakin Terkikis                                  57
Hukum Mati Koruptor                                       58
Selamat Jalan Abah Anom                                 59
Suryalaya dan Pesona Tarekat                            61


Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 29 Juni 2012 04:07 )

"Gemar Mengaji" Meredam Radikalisme

Pada bulan September 2011, beberapa isu berhasil kami rangkum dari dua surat kabar yaitu Kompas dan Republika. Beberapa isu diantaranya mengenai isu Gender, Kesehatan Reproduksi, Kebijakan Pemerintah, Radikalisme, Pendidikan, dan isu tentang Islam secara umum.

PEREMPUAN
Adela Khanum Pembawa Perubahan
Seorang perempuan yang telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan Negaranya. Terutama bagi kemajuan kaum perempuan Halabja. Di bawah kepemimpinanya perempuan Halabja telah mampu mengubah puisi dan memperkaya literatur yang ada di kota mereka. Selain itu Adela mampu memajukan kehidupan sosial dan politik. Adela juga membangun berupa fasilitas umum seperti pasar, dan juga fasilitas pemerintahan seperti pengadilan dan penjara.

Malika Tindu Ratu dari Bagdad
Kisah selanjutnya datang dari Negari Bagdad yang bernama Malika Tindu. Mongol Queen Of Bagdad gelar yang disematkan kepadanya karena Tindu menduduki posisi tertinggi pemerintahan selama delapan tahun lamanya dalam Dinasti Jallariah, cabang Dinasti Ilkhlan yang dibentuk oleh Jengis Khan.

Dwi Rubiyanti Kholifah Menuntun Perempuan
Dengan menjadi aktivis perempuan Rubiyanti ingin membuktikan bahwa potensi kaum perempuan sangat besar. Dwi rubiyanti kini menjabat sebagai direktur Asian Muslim Action Network (AMAN) yang menaruh perhatian dalam meretas perdamaian melalui peningkatan kapasitas dan partisipasi perempuan. Dengan AMAN dia mencoba untuk membuka pikiran kaum perempuan mengenai isu-isu yang sedang hangat, dia mengajak kaum perempuan untuk berani menyampaikan pendapatnya dan belajar untuk menghargai pendapat orang lain.

Muslimah Bercadar Calonkan Diri Jadi Presiden Prancis
Dengan keluarnya peraturan dilaranganya Niqab dan Burqa di Perancis, maka pada Kamis 22 September bertempat di Meaux, timur Perancis Kaenza Drider menyatakan pencalonan dirinya sebagai presiden Perancis. Drider ingin membuktikan bahwa larangan tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia. Tapi kursi presiden bukan hal yang terlalu penting baginya. “Pencalonan saya lebih untuk mengatakan tentang masalah nyata yang ada di Perancis, yakni masalah kebebasan perempuan”

Illah Sailah Membangun Harmoni
Menjaga keseimbangan dan harmoni merupakan kunci. Keseimbangan dalam memandang suatu isu gender misalnya, dia menuturkan bahwa perempuan Indonesia sudah mulai setara kedudukannaya di masyarakat, tetapi meskipun demikian, perempuan tetap tidak melupakan kodratnya.

Akhirnya, Wanita Saudi Memiliki Hak Pilih
Pada tangga 25 September 2011 merupakan momentum besar bagi kaum perempuan Arab Saudi, Raja Abdullah mengumumkan bahwa kaum wanita mempunyai hak untuk ikut pemilihan pada pemilu lokal tahun 2015, selain itu juga kaum wanita Arab Saudi berhak untuk menjadi dewan syura. Yaitu sebuah lembaga yang memberikan nasihat kepada Raja mengenai kebijakan umum pemerintah, rencana pembangunan ekonomi dan sosial dan terkait hubungan dengan Internasional.

Raja Izinkan Perempuan Ikut Pemilu
Menyambung isu dariatas, keputusan ini dipandang sebagai suatu kebijakan yang sangat signifikan dalam sejarah reformasi politik di Negara monarki absolute yang didukung para ulama aliran Wahabi yang sangat konservatif dan memberlakukan hukum syariat dengan ketat.  Meskipun masih menjadi pertanyaan bagi kita semua mengenai efektivitas dewan ini dengan keterlibatannya kaum perempuan. Dengan masuknya perempuan dalam dewan syura diharapkan akan ada perubahan-perubahan kebijakan terutama mengenai hak-hak perempuan.

GENDER dan ISLAM
Saat Perempuan Bepergian
Membahas mengenai hukum bepergiannya seorang perempuan tanpa ditemani muhrimnya, kita bisa melihat kisah dari seorang sahabat yang meminta pertimbangan kepada Rasulullah, ia mengatakan istrinya berencana untuk menunaikan ibadah haji. Ia sendiri sebelumnya memutuskan untuk mengikuti sejumlah peperangan dengan pasukan Islam. Jawaban segera meluncur dari mulut Rasulullah memupus kebimbangan sang sahabat. “Berangkatlah dan tunaikan haji bersama istrimu” sahabat itu mengikuti saran Rasul. Hadis diatas menjadi catatan bagi kita bahwa menghindari bahaya mesti didahulukan daripada mengambil kemaslahatan. Ketika seorang istri bepergian wajib meminta izin kepada suaminya, sebaliknya disunahkan bagi suami untuk memberikan izin kepada istrinya.

Pemerkosa dan Pakaian Perempuan
Kita sangat setuju dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh si penulis, bahwa bagaimana jika yang tertimpa musibah itu adalah anaknya atau keluarganya? Apakah masih bisa berkomentar bahwa pakain wanitalah yang menjadi pemicu terjadinya pemerkosaan. Pernyataan tersebut tidak cukup bukti untuk membenarkannya karena di Negara  yang Liberal sekalipun bahkan di Negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi pemerkosaan kerap terjadi. Pelaku pemerkosa harus dihukum berat karena dengan sengaja melakukan perbuatan keji tersebut, karena telah membuat si korban cacat permanen secara mental. Menurut pengamatan Philip G Zimbardo bahwa pemerkosaan memperlihatkan perbuatan yang tak pro-sosial tak hanya dilakukan oleh individu yang memang sudah membawa bakat antisosial. Hal itu bisa juga dilakukan oleh “orang baik-baik” melalui variable situasional dan proses secara gradual. Ketika masyarakat dan pemimpin melakukan pembenaran terhadap perilaku yang tidak pro-sosial, akan terjadi ekses lebih parah ketika persepsi berubah bahwa perilaku buruk tersebut bisa diterima. Bukan hanya pemerkosaan, begitu pun korupsi dan kriminalitas lain. 

KESEHATAN REPRODUKSI dan SEKSUALITAS
Ketika Caesar Menjadi Pilihan
Dengan majunya teknologi kedokteran selama 20 tahun terakhir ini, operasi caesar menjadi pilihan utama ibu-ibu hamil. Padahal dulu merupakan momok bagi para ibu hamil. Tetapi sekarang malah ada beberapa ibu yang melahirkan normal merasa menyesal, karena anggapan mereka bahwa dengan melahirkan normal akan merusak alat kelaminnya, dan sebagian lagi karena lamanya waktu yang bisa mencapai 5-10 jam sedangkan caesar sendiri hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Ditambah suntikan dan obat bius bisa memblokade rasa nyeri di otak sehingga pasien tak lagi menjerit kesakitan atau berhalusinasi. Meskipun operasi Caesar telah menjadi primadona tetapi tetap saja ada resikonya juga, diantaranya infeksi, luka, kandung kemih, hingga pendarahan. Operasi caesar dilakukan apabila si ibu menderita hipertensi, kejang rahim, ketuaban pecah dini, ukuran panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala bayi, atau karena kesulitan bayi yang beratnya di atas 4kg.

Haid Pertama Akan Tiba
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan ibu lupa untuk memberikan informasi kepada anak perempuannya mengenai tamu bulanan. Maka dari itu banyak anak ynag merasa kaget, bahkan takut dalam menghadapi tamu pertamanya itu. Psikolog Netty Hartatimngungkapkan, umumnya pada usia 10 tahun anak sudah mendapat haid. Tapi dengan bebeparapa faktor bisa mempercepat datang haid pertama. Sebaiknya para ibu mulai memberikan informasi kepada anak yang berusia 7-8 tahun agar anak siap dalam menghadapinya. Dengan memberikan informasi yang benar diharapkan anak tak salah mengerti mengenai apa yang mereka alami. Informasikan juga mengenai bagaimana menghadapi haid pertama, mengatasinya, dan cara membersihkan organ seksualnya

Desita Berkolaborasi dengan Dukun
Selanjutnya kisah seorang bidan bernama Desita yang berbagi pengalamannya mengenai perjuangannya untuk membantu ibu-ibu hamil di daerah Jeumpa, Kab Bireun, Aceh. Awalnya dia hanya dibolehkan untuk membantu Pos Pelayanan Terpadu saja, tapi berkat pertolongannya kepada seorang ibu hamil, lambat laun kepercayaan dari para ibu-ibu mulai muncul. Tetapi meskipun demikian Desita dalam praktek kerjanya dia bekerja sama denag para Dukun setempat. Disela- sela kerjanya Desita juga sering memberikan penyuluhan kesehatan terutama kepada para wanita yang baru menikah. Desita dan juga suaminya sekarang sedang merintis pembangunan sebuah klinik, diharapkan dengan adanya klinik lebih banyak ibu hamil yang ditolongnya

Kanker Payudara Masih Perlu Sosialisasi
Membahas mengenai isu kesehatan memang kita harus akui, masih rendahnya angka kesadaran kita sebagian kaum perempuan untuk memeriksakan kesehatannya terutama kesehatan yang berhubungan dengan reproduksi. Sehingga kebanyakan dari kita menyadari adanya suatu penyakit setelah penyakit tersebut memasuki stadium lanjut. Karena itulah kanker rahim dan juga kanker payudara merupakan pembunuh utama di sebagian besar Negara Berkembang. Kita bisa melakukan pendeteksian sendiri tapi tidak bisa mendeteksi untuk ukuran yang masih kecil, sebaiknya kita menggunakan alat mamografi yang bisa mendeteksi hingga 90 persen. Untuk wanita usia 30-40 tahun yang keluarganya mempunyai riwayat kanker dianjurkan untuk tes darah terkait pemeriksaan genetika. Untuk pencegahan kita bisa memulai dengan menjauhkan badan dari alkohol dan rokok.

Menyusui Sehatkan Ibu dan Bayi
Mari kita galakan ASI untuk anak-anak kita karena ASI bukan hanya menyehatkan dan mengurangi risiko kematian bayi, tetapi juga memperkecil risiko ibu terkena kanker payudara sebesar 25 persen hingga 30 persen. Pemberian ASI pada bayi segera setelah melahirkan dapat mengurangi angka kematian bayi  sampai 22 persen. Dan hasil penelitian pada perempuan Jepang menyimpulkan bahwa menyusui dapat menurunkan risiko kanker rahim. Survei lain menunjukan, menyusui berhubungan dengan penurunan risiko kanker pada permpuan menopause. Risiko terjadinya kanker payudara pada perempuan sebelum menopause rata-rata 12 persen lebih rendah pada ibu yang menyusui bayinya.

Yang Pelajar, yang Bercerai
Kegagalan yang paling utama adalah kegagalan orang tua dalam memberikan dan menunjukan perhatian dan kasih sayangnya peda anak. Perceraian meningkat akhir-akhir ini, jika ditelusuri lebih jauh ternyata yang memberikan kontribusi paling banyak adalah mereka yang menikah dibawah umur. Banyak faktor diantaranya karena paksaan orang tua atau karena hamil duluan. Dengan usia yang masih sangat muda, kejiwaan mereka pun belum matang, apalagi dalam masalah ekonomi sehingga ujung-ujungnya perceraianpun tak terelakan lagi. Marilah wahai para orang tua untuk lebih memperhatikan dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak kita agar tak banyak anak-anak yang terkena imbasnya.

PENDIDIKAN
Tekan Angka Perceraian, Iran Gencarkan Pendidikan Seks
Isu selanjutnya membahas mengenai pendidikan seks yang dirilis oleh pemerintahan Irak dalam rangka untuk menekan angka perceraian di Negaranya yang meningkat tiga kali lipat setiap tahunnya baru-baru ini. Pembuatan Video ini bersumber dari berbagia literatur, agama Islam, dan hadis nabi Muhammad SAW. Diharapkan dengan dirilisnya video ini bisa memperbaiki hubungan perkawinan dan seksual pasangan suami istri di Iran. Diakhir video ini dokter Seed Momtazi mengatakan bahwa rokok, sisha, opium, alkohol, dan obat-obatan illegal dapat mempengaruhi aktivitas seksual anda. Kapan ya pemerintah kita peduli pada rakyatnya???

Dorong Pendidikan Agama
Pendidikan agama disekolah umum memang belum maksimal tapi tidak berarti itu mengindikasikan bahwa pendidikan agama gagal disampaikan. Indikatornya penilaiannya bisa dilihat dari kualitas guru agama, minimnya fasilitas pendukung, dan kurangnya jam pelajaran agama. Menurut M Yunus, ia menilai gejala tawuran yang sering terjadi akhir-akhir ini menunjukan adanya ketidakseriusan pendidikan memasuki ranah akhlak. Konteks pembelajaran agama selama ini hanya menyentuh aspek kognitif, akibatnya aspek afektif dan psikomotorik cenderung terabaikan. Marwan Saridjo, menilai lemahnay pendidikan akhlak di sekolah umum diduga karena lembaga itu tidak maksimal menumbuhkembangkan kultur dan nilai-nilai moralitas. Dia menambahkan untuk mengambil konsep pendidikan agama yang diterapkan di pesantren atau madrasah

KEBIJAKAN PEMERINTAH
Fatwa MUI Belum Dipahami Secara Luas
Kesalahpahaman mengenai fatwa MUI diakibatkan oleh ketidaktahuan terhadap inti masalah yang difatwakan. Padahal sudah banyak fatwa yang ditetapkan diantaranya, fatwa masalah ibadah, social kemasyarajkatan, ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga terkait masalah pananganan atau obat-obatan.

Indramayu Galakkan Gemar Mengaji
Isu yang sangat menarik yaitu, mengenai Pemkab Indramayu yang ingin menjadikan warganya gemar membaca Al-Quran. Pemkab sudah menyediakan anggaran sebesar Rp. 2,8 Miliar dari APBD II pada anggaran 2011. selain itu Pemkab Indramayu sduah melatih sebanyak 484 Ustaz untuk program ini. Pemkab mengharapkan warganya tidak hanya bisa membaca tapi juga memahami isinya.

Baca Al-Quran Masuk Kurikulum SD
Masih isu mengenai baca AL-Quran tapi datangnya dari Dinas Pendidikan Bengkulu yang akan memasukan pelajaran membaca AL-Quran dengan metode iqra sebagai kurikulum muatan lokal sekolah dasar, yang akan dimulai pada tahun ajaran 2012-2013. Program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya jumlah anak sekolah yang belum lancar membaca AL-Quran yang mencapai 70-80 persen, artinya dari 399.979 murid sekolah dasar hingga menengah atas di Bengkulu, hanya sekitar 80 ribu anak saja yang dapat membaca AL-Quran.

Baca Al-Quran Masuk Kurikulum Disambut Baik
Kementerian Agama menyambut baik rencana Diknas Provinsi Bengkulu untuk memasukan baca AL-Quran kedalam kurikulum muatan lokal sekolah. Kementerian meyakini kebijakan tersebut akan memperkuat standar kompetensi pendidikan nasional. Dan diharapkan bisa diikuti oleh pemerintah daerah diseluruh Indonesia.

RADIKALISME dan KEBANGSAAN
Radikalisme belum tersentuh
Pemerintah masih kesulitan untuk menyentuh, mengidentifikasi dan masuk ke kelompok radikal, usaha deradikalisasi terus menerus dilakukan oleh pemerintah namun, deradikalisasi itu targetnya bukan orang-orang yang radikal, karena untuk menjangkau kelompok tersebut, pemerintah merasa kesulitan karena orang yang berada dalam jaringan kelompok radikal tersebut tak jelas organisasinya dan selalu berpindah-pindah.

Meredam akar radikalisme Ikhtiar Merehabilitasi Penebar Teror
Isu kita selanjutnya membahas mengenai radikalisme. Selama ini untuk memberi efek jera kepada para pelaku teror penjara merupakan balasannay, tetapi justru memicu radikalisme baru. Maka dari itu Religious Rehabilitation Group (RRG) yang berbasis di Singapura, membuat program konseling untuk para terpidana kasus teror maupun keluarganya. Program ini tidak hanya untuk mereka yang terkait dengan isu terorisme tetapi terbuka juga bagi masyarakat luas yang ingin mendapatkan pemahaman tentang Islam secara benar. Kelompok kaum muda merupakan sasaran utama, kepad meraka harus ditanamkan prinsip-prinsip Islam Moderat, adil, dan damai.

Meredam Akar Radikalisme (bagian 1) Pola Baru Berjuluk Radikalisme Individu
Radikalisme tumbuh tanpa mengenal agama, batas territorial Negara, ras, suku, dan sekat-sekat lain. Pemikiran maupun sikap radikal bisa tumbuh pada diri siapa saja dan di mana saja. Sangat keliru jika aksi teror dituduhkan pada agama tertentu. Menurut  Menko Polhukam, radikalisme muncul tidak hanya di Negara berkembang, radikalisme juga bisa muncul di Negara yang sudah mapan. Dan tidak bisa diakitkan lagi dengan satu kelompok tertentu karena secara individu, seseorang sudah bisa mengembangkan aksi itu. Upaya untuk meredam bibit-bibit radikalisme ini harus dijalankan dari dua arah. Pencegahan menjadi tidak efektif karena gerakan deradikalisasi hanya menyentuh kalangan yang selama ini dianggap menganut atau berada di bawah pengaruh pemikiran-pemikiran radikal.

Dialog untuk Atasi Benturan Ketidakadilan
Menurut Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog antar-Agama Kardinal Jean-Louis  sikap toleran dirasakan sudah tidak cukup memadai untuk menjaga keharmonisan, kita memerlukan sikap baru yang lebih esensial, yakni sikap berani untuk mencari tahu serta berusaha memahi perbedaan yang dimiliki pihak lain. Syamsul Ma’arif dari tokoh Muhammadiyah menyampaikan, mendorong penerapan pendidikan agama yang bersemangatkan pluralisme (pendidikan pluralisme di Indonesia, 2005) “Bukan pendidikan agama yang eksklusif dan dogmatis seperti selama ini, yang sedikit banyak menyumbang dan mengabadikan konflik intern dan ekstern umat beragama.

Perang Panjang Terorisme
Dengan terbunuhnya Osama, Nudin M Top tidak meredekan aksi teror malah menambah wajah-wajah baru yang bermunculan. Salah satu faktor utama kegagalan perang terorisme global adalah keterjebakan pada pendekatan militeristik dan cara-cara kekerasan yang digunakan. Hanya manusianya saja yang terkena namun, keyakinan terorisme acap kali tak tersentuh oleh senjata paling canggih sekalipun. Perang melawan jaringan terorisme harus menggunakan pendekatan komprehensif mengingat terorisme melibatkan banyak faktor: baik perang dalam tingkat global maupun dalam konteks Indonesia. Jika perang melawan terorisme akan terus menjadi perang berkepanjangan.

Majelis Agama Tolak Terorisme
Inter Religious Council (IRC) menolak keras segala bnetuk terorisme, terkait bom yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh, solo. Pernyataan ini dilontarkan oleh masing-masing delegasi majelis agama di Jakarta. Diantaranya MUI, PGI, KWI, Walubi. Ketua IRC Din Syamsudin megutuk berabagai aksi teror, dan sepatutnya diwaspadai oleh umat beragama. Beliau menilai bahwa aksi-aksi terorisme yang terjadi menunjukan bahwa lemahnya operasi intelijen dan upaya penangkalan dan /atau pencegahan oleh aparat keamanan masih lemah.

ISLAM dan UMUM
Waris Dalam Islam
Waris berasal dari bahasa Arab Warisa-yarisu-warsan atau irsan/tursa, yang berarti memusakai. Waris berarti berpindahnya harta dari orang yang meninggal kepada yang masih hidup (ahli waris). Hukum waris Islam secara rinci mengatur siapa saja yang berhak, siapa yang tak berhak, dan ukuran atau bagian yang harus diterima setiap ahli waris.

Syarat dan Rukun Waris
Berlanjut dari bahasan diatas kita membahas mengenai syarat dan rukun warisnya. Syarat waris adalah pewaris, ahli waris, dan tak ada halangan dalam mendapatkan warisan. Harta yang diwariskan harus ada, karena harta itulah yang menyebabkan terjadinya pewarisan. Rukun waris merujuk pada surah an-Nisa ayat 176, ada tiga rukun waris yakni, orang yang meninggal, ahli waris, dan harta yang diwariskan.

Pembagian Harta Waris
Kita akan membahas mengenai siapa saja dan berapa saja bagian untuk para ahli waris yang ditinggalkan.
Ashabul Al-Furudl ½. ahli waris yang mendapatkan bagisn ½ adalah suami, apabila tidak mempunyai anak baik laki-laki maupun perempuan.
Ashabul Al-Furudl ¼. Yang termasuk kategori ini adalah suami dan istri. Seorang suami bagiannya hanya ¼ jika almarhum istri meninggalkan anak dari anak laki-laki atau perempuan
Ashabul Al-furudl 1/8. yang termasuk kategori ini adlah istri, satu ataupun lebih (maksimal empat), dengan catatn jika suami meninggal mempunyai anak atau anakdari anak laki-laki.
Ashabul Al-Furudl 2/3. empat waris yang termasuk kategori ini, pertama dua anka perempuan atau lebih dengan syarat tidak ada anka laki-laki, dua anak perempuan atau lebih dari anak laki-laki jika tidak ada anak perempuan dan tidak terdapat ahli waris lain yang menjadi penghalang. Ketiga dua orang saudara perempuan kandung(seibu sebapak) atau lebih selama tidak ada ahli waris yang menjadi penghalang. Keempat dua orang saudara perempuan seayah atau lebih dengan syarat tidak ada saudara perempuan kandung dan tidak ada ahli waris lain yang menghalangi
Ashabul Al-Furudl 1/3. ibu dan dua saudara atau lebih yang seibu adalah dua kerabat yang termasuk kelompok ini
Ashabul Al-Furudl 1/6. ayah almarhum, apabila yang meninggal memiliki anak atau anak dari anak laki-laki, kedua ibu apabila almarhum mempunayi anak atau anak dari anak laki-laki dengan dua saudara kandung atau lebih baik laki-laki atau perempuan yang seibu seayah, seayah atau seibu saja.

An-Naba’ Al- Adhim Tafsir Alquran Alternatif
Syekh Darraz membagi kitabnya menjadi dua topic utama. Pertama, uraian yang membahas tentang pembatasan definisi ALquran dan perbedaannya dengan segala perkataan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, baik berupa wahyu yang diutarakan lewat hadis qudsi maupun sabda Rasulullah dalam hadis biasa. Setelah memaparkan definisi Alquran menurut pengertian bahasa, tidak bisa membatasi secara tegas pengertian kata Alquran. Kedua, mengupas tentang sumber dan asal-muasal diturunkannya ALquran. Kitab suci Alquran bukanlah tulisan atau perkataan yang dibuat-buat oleh Rasulullah. Penegasannya pun dipertegas oleh Kitab Suci itu sendiri, dalam surat an-Nahl: “Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Alquran kepada mereka, mereka berkata: ‘Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?’ katakanlah: ‘Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Alquran ini bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

Belanda Pun Larang Cadar
Isu selanjutnya kita membahas mengenai larangan bercadar di Belanda. Kementerian Dalam Negeri Belanda menyatakan “Larangan pemakain kain penutup wajah (cadar) sedang dalam proses. Dalam rancangan kebijakan kami ajukan, cadar akan dilarang di tempat umum, seperti bangunan publik, lembaga pendidikan, rumah sakit, dan kendaraan umum”. Tetapi tak berlaku di pesawat terbang atau para penumpang pesawat yang harus transit di Belanda. Sejumlah laporan menyebutkan, rencana Pemerintah Belanda terkait cadar ini mencerminkan pengaruh politikus sayap kanan dari Partai kebebasan (PVV) Geert wildrea yang dikenal anti-Islam dan imigran.

Amerika Serikat tak Masalahkan Jilbab
Penegasan mengenai hal itu disampaikan oleh Duta Besar untuk Indonesia Scot Marciel, saat memberikan kuliah umum di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Dikatakan, Muslimah di AS bebas mengekspresikan identitasnya sebagai Muslim, salah satunya dengan mengenakan Jilbab. Selain jilbab Merciel juga menyinggung mengenai Mesjid di As. Berdasarkan survei sebanyak 75 persen masyarakat AS menanggapi positif keberadaan masjid di sekitar tempat tinggal mereka, dan tidak berlaku terhadap agama Islam saja, tapi kepada agama lainnya juga. Pemerintah As tidak pernah mengintervensi mengenai masalah itu, karena itulah pemerintah AS tak tahu berapa jumlah pemeluk masing-masing agama.

Tren Bercerai di Musim Lebaran
Catatan terbaru Departemen Kehakiman di Arab Saudi selama 2010. provinsi Makkah memiliki angka tertinggi, 27 persen, yaitu 2.518 kasus. Madianh di posisi ketiga, dengan jumlah kasus perceraian 1.198. posisi kedua dengan 1.970 kasus perceraian berada di wilayah Arab timur. Pemicunya berawal dari hal-hal sepele misalnya, soal siapa yang harus dikunjungi, soal perjalanan liburan lebaran dan makanan yang harus disajikan. Menurut konsultan Pernikan, kondisi keuangan selama lebaran juga mempengaruhi perceraian.

Toleransi Semakin Terkikis
Hasil survey opini publik “keberagaman publik dan sikapnya terhadap Ahmdiyah” menyimpulkan bahwa, sikap toleransi masyarakat Indonesia terhadap perbedaan berkeyakinan dan beragama di Indonesia kian terkikis. Survei dilakukan terhadap 3000 responden dengan teknik random dari 47 Kabupaten/kota di 10 provinsi. Selain itu hasil survei juga menyatakan bahwa secara umum masyarakt mendukung kebebasan beragama dan antikekerasan dalam penyebaran agama. Masyarakat juga menolak campur tangan Negara dan institusi di luar agama dalam soal keyakinan.

Hukum Mati Koruptor
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas, mengatakan Muhammadiyah mendukung dijatuhkannya sanki berat kepada koruptor. Dukungan ini terlihat dalam Fikih Antikorupsi yang telah diterbitkan, didalamnya mengatakan bahwa, tinadakan korupsi bisa dikategorikan sebagai pencurian, perampokan, dan aksi perusakan di muka bumi. MUI juga mendukung penerapan sanksi berat atas koruptor. Apapun bentuk hukumannya termasuk hukum mati, hal ini karena korupsi bukan hanya kejahatan mencuri biasa, tetapi merupakan aksi perusakan di atas bumi.

Selamat Jalan Abah Anom
Abah Anom wafat tepat ketika milad pesantrennya yang ke-106, dirumah Sakit Medical Centre sekitar pukul 11.50 WIb dam usia 96 tahun. Cendikiawan Muslim Azyumardi Azra menyatak, Abah Anom mencerminkan sosok pemimpin tarekat yang peka dan peduli terhadap lingkungannya. Ketua Umum Pimpinan Muhammadiyah DinSyamsudin menngatakn, Abah Anom memberi kontribusi nyata terutama bagi generasi muda yang bermasalah dengan narkoba.Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siraj, Abah Anom menjadi salah satu tanda hari akhir, tatkala orang-orang saleh berilmu dipanggil Sang Khalik. Mahfud MD mengatakan, Abah Anom adalah ulama sepuh yang bukan hanya mengajarkan kitab-kitab konvensional, beliau juga ktif melakukan kegiatan social, bahkan melakukan terapi terhadap korban-korban narkotika dengan cara menguatkan kesadarn keagamaan. Selamat jalan, Guru. Semoga damai di keabadian.

Suryalaya dan Pesona Tarekat
Pesantren Suryalaya merupakan bagian dari lima pondok pesantren di Jawa, yang menjadi basis penyebaran Tarekat Qadariyah Naqsabandiyah. Menurut tipologi kiai kita bisa dibedakan menjadi empat tipologi, kiai pesantren, kiai tarekat, kiai politik, dan kiai panggung. Dalam prakteknya bisa saja seorang kiai digolongkan dalam lebih dari satu tipologi, sebagaimana yang tampak dalam sosok Abah anom, walaupun tentu yang dominan adalah sisi kiai tarekatnya. Abah Anom telah meninggalkan kita untuk selamanya. Mata air keteladannya menjadi sangat relevan untuk senantiasa kita injeksikan dalam tindakan kebangsaan. Keteladanan tentang sikap istiqamah, kejujuran, menyatunya tindakan dengan perbuatan, sikap toleran, dan empatinya kepada sesam tanpa melihat latar belakang mazhab, kelompok, bahkan agama.

____________

DAFTAR ISI

PEREMPUAN
Adela Khanum Pembawa Perubahan                            1
Malika Tindu Ratu dari Baghdad                            4
Dwi rubiyanti khofifah Menuntun Perempuan                    6
Muslimah Bercadar Calonkan Diri jadi Presiden Prancis                8
Illah Sailah Membangun Harmoni                            10
Akhirnya, Wanita Saudi Mempunyai Hak Pilih                    12
Raja Izinkan Perempuan Ikut Pemilu                            13

GENDER dan ISLAM
Saat Perempuan Bepergian                                14
Pemerkosaan dan Pakain Perempuan                            16

KESEHATAN REPRODUKSI dan SEKSUALITAS
Ketika Caesar Jadi Pilihan                                18
Haid Pertama akan Tiba                                20
Desita Berkolaborasi dengan dukun                            22
Kanker Payudara Masih Perlu Sosialisasi                        24
Menyusui Sehatkan Ibu dan Bayi                            25
Yang Belajar, Yang Bercerai                                26

PENDIDIKAN
Tekan Angka Perceraian, Iran Gencarkan Pendidikan Seks                28
Dorong Pendidikan Agama                                29

KBIJAKAN PEMERINTAH
Fatwa MUI Belum Dipahami secara Luas                        30   
Indramayu Galakkan Gemar Mengaji                            31   
Baca Alquran Masuk Kurikulum SD                            32
Baca Alquran Masuk Kurikulum Disambut Baik                    33

RADIKALISME dan KEBANGSAAN
Radikalisme Belum Tersentuh                            34
Meredam Akar Radikalisme (Habis)                            35
Meredam Akar Rdikalisme (Bagian 1)                        37
Dialog Untuk Atasi Benturan Ketidakadilan                        39
Perang Panjang Terorisme                                41
Majelis Agama Tolak Terorisme                            43

ISLAM (UMUM)
Waris Dalam Islam                                    44
Syarat dan Rukun Waris                                46
Pembagian Harta Waris                                48
Tafsir Alquran Alternatif                                49
Belanda Pun Larang Cadar                                53
Amerika Serikat tak Masalahkan Jilbab                        54
Tren Becerai di Musim Lebaran                            56
Toleransi Semakin Terkikis                                57
Hukum Mati Koruptor                                58
Selamat Jalan Abah Anom                                59
Suryalaya dan Pesona Tarekat                            61


Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 01 Juni 2012 08:52 )

Perpustakaan

 

Anda butuh referensi seputar perempuan dan Islam ? Anda dapat memperolehnya dalam Koleksi perpustakaan kami mulai buku Teks,  Kitab kuning, Skripsi, Tesis, Disertasi, Kliping, dan Audio Visual.

Alamat : Jl. H. Shibi No.70 Rt. 007/01 Srengseng Sawah Jakarta Selatan 12640

Berlangganan Majalah Swara Rahima

Kirim email ke rahima2000@cbn.net.id atau telp. ke 021-78881272. Untuk berlangganan Swara Rahima  1 tahun Rp. 100.000 (Pulau Jawa) dan Rp. 120.000 ( Luar Jawa),- untuk (4 edisi) sudah termasuk ongkos kirim.

Agenda Rahima

1 April 2015 Forum Meeting Advokasi Goverment Local in Jombang

Get Articles via Email

Enter your valid email address below:
Your email address will not propagated

Delivered by FeedBurner

Admin Rahima

Dani
Maman
Nining
Ulfah

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini519
mod_vvisit_counterKemarin781
mod_vvisit_counterMinggu ini4646
mod_vvisit_counterBulan Ini2853
mod_vvisit_counterSemua1546735

Yang Online

Kami memiliki 14 Tamu online

Flag Contries

free counters